Suara.com - Ribuan warga Afghanistan yang rawan jadi sasaran kekerasan Taliban karena afiliasi mereka dengan Amerika Serikat (AS) akan mendapat kesempatan bermukim di AS sebagai pengungsi.
Departemen Luar Negeri AS pada Senin mengumumkan program pengungsi "Prioritas Dua" yang mencakup warga Afghanistan yang bekerja untuk proyek-proyek yang didanai AS dan untuk badan-badan nonpemerintah, serta media yang berbasis di AS.
“Mengingat peningkatan kekerasan oleh Taliban, pemerintah AS berupaya untuk memberikan warga Afghanistan tertentu, termasuk mereka yang bekerja dengan Amerika Serikat, kesempatan bermukim sebagai pengungsi ke Amerika Serikat,” kata Departemen Luar Negeri dalam pengumuman tersebut.
"Penunjukan ini memperluas kesempatan untuk bermukim secara permanen di Amerika Serikat bagi ribuan warga Afghanistan dan anggota keluarga dekat mereka yang mungkin berisiko."
Program itu muncul saat pertempuran meningkat di Afghanistan, jelang penyelesaian resmi penarikan pasukan AS akhir bulan ini, di mana Taliban berusaha merebut sejumlah ibu kota provinsi yang penting.
Presiden AS Joe Biden telah menghadapi tekanan dari anggota parlemen dan kelompok advokasi untuk membantu warga Afghanistan yang menghadapi risiko pembalasan Taliban karena hubungan mereka dengan AS selama perang 20 tahun.
Mereka yang memenuhi syarat untuk penunjukan baru adalah yang bekerja sebagai karyawan kontraktor, staf yang dipekerjakan secara lokal, serta juru bahasa dan penerjemah untuk pemerintah AS atau angkatan bersenjata. Begitu pula warga Afghanistan yang dipekerjakan oleh organisasi media atau organisasi nonpemerintah (LSM) yang berbasis di AS.
Menteri Luar Negeri Antony Blinken akan menyampaikan sambutan tentang program tersebut pada pukul 2 siang waktu setempat, kata departemen tersebut.
Program baru untuk warga Afghanistan mengharuskan pelamar untuk dirujuk oleh agen AS atau pegawai warga AS paling senior dari sebuah LSM atau organisasi media yang berkantor pusat di AS.
Baca Juga: Ketakutan Wanita Afghanistan Jika Taliban Berkuasa
Persyaratan itu berbeda dari program pengungsi yang sudah ada bagi warga Irak, yang memungkinkan warga Irak untuk melamar secara langsung. Namun program itu telah ditangguhkan tanpa batas waktu, sementara pejabat AS melakukan penyelidikan penipuan secara menyeluruh.
Program "Prioritas Dua" berlaku untuk warga Afghanistan yang tidak memenuhi syarat untuk program Visa Imigrasi Khusus (SIV) yang mencakup penerjemah dan orang lain yang bekerja untuk pemerintah AS, serta keluarga mereka.
Sekitar 200 pemohon SIV yang visanya dalam tahap akhir pemrosesan dan anggota keluarganya diterbangkan ke AS pekan lalu dalam upaya evakuasi awal yang dijuluki "Operation Allies Refuge" yang menyertakan 50.000 orang atau lebih. (Sumber: Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Ketakutan Wanita Afghanistan Jika Taliban Berkuasa
-
Perempuan Afghanistan Takut Taliban Kembali Berkuasa: Dikekang hingga Jadi Budak Seks
-
Rahasia Terbongkar! Serangan Drone Amerika Bunuh Warga Sipil Afghanistan
-
Negara Lain Perangi Covid-19, Afghanistan Perang Betulan, 2.400 Warga Tewas dan Luka
-
Kisah Dua Atlet Muda yang Bertarung di Olimpiade Tokyo 2020
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA