Suara.com - Belum lama ini, salah satu pengguna TikTok membagikan curhatannya yang dituduh mandul oleh mertua karena tak kunjung memiliki anak.
Pemilik akun mengungkap bahwa curhatan tersebut berasal dari salah satu konsumennya yang berinisial D.
Wanita berinisial D tersebut sempat mengalami kejadian pahit pada pernikahannya yang pertama. Bukan hanya dituduh mandul, ia juga diminta untuk bercerai dari sang suami.
Kejadian tersebut terjadi 9 tahu lalu. Sang konsumen disuruh bercerai oleh mertuanya karena tidak bisa memberikan cucu.
"Sembilan tahun lalu dikatain mandul sama mantan mertua karena nggak hamil-hamil juga. Sampai nyuruh anaknya buat pisah dan cari istri baru biar bisa kasih cucu buat dia," tulisnya.
Setelah bercerai, baik wanita ini maupun mantan suaminya sama-sama menikah lagi. Diluar dugaan, ternyata sang wanita tidak mandul.
"And then kami sama-sama menikah lagi. Alhamdulillah garis dua," ungkap wanita ini sembari menunjukkan hasil tes yang positif.
Di sisi lain, mantan suami wanita ini tak kunjung mendapat momongan. Sebaliknya, ia malah bercerai dari istri keduanya karena masalah serupa.
"Dan sekarang dia cerai sama istrinya karena belum hamil juga."
Baca Juga: Raih Emas, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Selebrasi Goyang TikTok Bareng
Tak hanya mengungkapkan unek-unek, wanita ini juga memberikan pertanyaan secara tidak langsung kepada mantan mertua.
"Apakah wanita hanya sebagai alat untuk memberikan seorang anak, sehingga tidak bisa dihargai?" tanya wanita ini di akhir video.
Curhatan yang dibagikan wanita dengan inisial D tersebut lantas viral. Sedikitnya dua juta pengguna TikTok menyaksikan video ini.
Tak hanya menuai simpati, ada pula yang ikut kesal dengan mantan mertua wanita ini.
"Berarti yang mandul suaminya nggak sih? Soalnya pas mbaknya nikah lagi udah garis dua, tapi suaminya nikah lagi tetep aja belum garis dua," ujar salah satu warganet.
"Dosen saya yang seorang dokter kandungan bilang: suami dan keluarga suami jangan egois dan jangan menyalahkan istri, bisa jadi yang bermasalah itu dari suaminya," tutur warganet.
Berita Terkait
-
Raih Emas, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Selebrasi Goyang TikTok Bareng
-
20 Tahun Merantau, Pria Ini Syok Pas Balik: Rumah Rusak, Orang Tua Meninggal
-
8 Potret Margaret Vivi, Calon Mertua Boy William yang Tetap Memesona di Usia 50 Tahun
-
Viral Aksi Pemuda Buang Minuman Soda Satu Galon ke Sungai, Tuai Perdebatan
-
Viral Billy Syahputra Touring di Masa PPKM, Hal Ini Jadi Sorotan
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray
-
Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel
-
Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku
-
Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah
-
Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan
-
Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya
-
"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres
-
Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar
-
Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW
-
Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan