- Menteri PPPA Arifah Fauzi menanggapi laporan dugaan Kadis P3A Konawe Selatan yang menyarankan korban kekerasan seksual menikahi pelaku.
- Seorang asisten rumah tangga di Kendari menjadi korban kekerasan seksual oleh sekuriti di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan.
- Polresta Kendari telah menangkap pelaku berinisial CA dan menetapkannya sebagai tersangka atas dugaan tindak kekerasan seksual tersebut.
Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi merespons dugaan adanya saran dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Konawe Selatan kepada korban kekerasan seksual untuk menikah dengan pelaku.
Arifah mengaku pihaknya sudah menerima laporan terkait polemik tersebut. Namun, ia menyebut informasi yang diterima masih belum mendalam sehingga belum bisa disampaikan secara rinci ke publik.
“Sudah ada, tapi belum terlalu mendalam. Jadi belum kami informasikan dulu ya,” kata Arifah ditemui di Museum Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026).
Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai kebenaran kabar bahwa Kadis P3A menyarankan korban menikah dengan pelaku, Arifah belum memberikan penegasan.
“Oh, ndak. Kita lihat nanti ya,” ujarnya.
Sebelumnya, kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan menjadi sorotan publik.
Korban berinisial PI (18) diduga mengalami kekerasan seksual yang dilakukan seorang sekuriti berinisial CA (32). Peristiwa itu disebut terjadi pada malam hari di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan di wilayah Baruga, Kendari.
Berdasarkan keterangan kepolisian, pelaku diduga membuntuti korban hingga ke kamar sebelum melakukan tindakan pemaksaan seksual. Korban disebut sempat melawan dengan memukul, mencakar, dan menendang pelaku.
Polisi juga menyebut korban mengalami sejumlah luka lebam di bagian tubuhnya. Setelah kejadian, korban meminta pertolongan hingga pelaku melarikan diri.
Baca Juga: Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Kendari kemudian menangkap CA beberapa hari setelah kejadian dan menetapkannya sebagai tersangka.
Berdasarkan keterangan Direktur YLBH Sultra Muhamad Fadri Laulewulu, terungkap bahwa sempat ada tawaran dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Konawe Selatan, Sitti Hafsa, agar korban mau menikah dengan pelaku. Usulan itu disebut untuk menjaga citra baik Bupati Konawe Selatan karena lokasi kejadian berada di rumah pribadinya.
Berita Terkait
-
Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual
-
Berawal dari Titip Anak, Siswi SD di Jakbar Jadi Korban Pencabulan Tetangga Selama 4 Tahun
-
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!