Suara.com - Di tengah PPKM, salah satu keluarga di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, tetap membuat pesta pernikahan. Polisi Saronggi pun membubarkan acara tersebut.
“Kami terpaksa meminta agar acara pesta pernikahan dengan mengundang tamu-tamu itu dihentikan. Pesta pernikahan itu sudah menimbulkan kerumunan orang. Padahal saat ini Kabupaten Sumenep masuk status PPKM Level 4,” kata Kapolsek Saronggi AKP Wahyudi Kusdarmawan dalam laporan Beritajatim.
Tindakan polisi Saronggi dilakukan setelah mendapatkan laporan dari warga mengenai acara pernikahan pada Rabu (4/8/2021).
“Kabupaten Sumenep saat ini masuk PPKM Level 4, sehingga kegiatan perayaan apapun tidak diperbolehkan. Termasuk resepsi pernikahan,” kata Wahyudi.
Anggota Polsek Saronggi didampingi Satgas Covid-19 memberikan edukasi kepada tuan rumah. Penindakan berlangsung lancar.
“Alhamdulillah tuan rumah menerima dan memahami ini. Tamu-tamu pun langsung membubarkan diri dengan tertib,” katanya.
Wahyudi berharap kepada masyarakat agar menaati kebijakan pemerintah. PPKM bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19.
“Kami juga tidak bosan untuk selalu mengingatkan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Semoga wabah ini segera berlalu,” kata dia.
Baca Juga: 4 Langkah Mudah Miliki Pernikahan Bahagia yang Diirikan Banyak Orang
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Pelaku Asusila di Bus Transjakarta Koridor 1A Diproses Hukum
-
Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Bayangi Akhir Pekan Jakarta
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting