Suara.com - Aksi polisi mengejar pengendara sepeda motor di Sukoharjo menjadi viral. Peristiwa ini terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (6/8/2021).
Momen yang terekam tersebut dibagikan oleh akun Instagram @memomedsos. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah mendapatkan 2.500 tanda suka.
"Bak adegan film action, polisi dan pengendara Vixion kejar-kejaran di Sukoharjo," tulis @memomedsos sebagai keterangan Instagram seperti dikutip Suara.com, Minggu (8/8/2021).
Dalam video, tampak pengendara motor Vixion sedang diringkus polisi. Tak main-main, seorang polisi lalu lintas sampai membanting pengendara itu di tanah, seperti melakukan smackdown.
Hal itu diduga dilakukan karena polisi begitu gemas dengan aksi pengendara tersebut. Tak lama, datang lagi seorang polisi lengkap dengan senjata laras panjang.
Polisi bersenjata lengkap ini membantu polisi lalu lintas untuk mengamakan pengendara tersebut. Mereka kemudian membekuk dan menyeret pengendara itu ke tepi jalan.
Sementara motor yang ditunggangi pengendara itu sudah terbanting di tanah. Momen itu sendiri mendapatkan perhatian dari warga setempat.
Berdasarkan keterangan akun @memomedsos, pengendara itu dikejar polisi karena motornya dimodifikasi dan tidak berstandar keamanan.
Awalnya, pengendara melintas dari arah Solo menuju Wonogiri. Ia mulai dikejar polisi saat sampai di Pos Polisi depan Kejaksaan Negeri Sukoharjo.
Baca Juga: Bucin Banget! Pria di Banyumas Ini Tulis Surat Cinta di Dinding, Warganet Auto Ngakak
Namun saat dikejar, pengendara itu bukannya berhenti, malah tancap gas. Aksi kejar-kejaran bak film action pun terjadi antara polisi dengan pengendara tersebut.
Polisi akhirnya berhasil memepet pengendara tersebut, meski motornya ikut jatuh. Pengendara itu saat dibekuk juga tidak bisa menunjukkan surat-suratnya, seperti STNK dan SIM.
Karena itu, polisi langsung memborgol pengendara tersebut di pinggir jalan. Dikabarkan, pengendara dan motornya itu sudah dibawa ke Satlantas Polres Sukoharjo.
Warganet ramai berkomentar setelah menyaksikan video polisi meringkus pengendara tersebut. Mereka menuliskan beragam pendapat terkait kejadian di siang bolong itu.
"Kalau di luar negeri, mungkin dah ditembak," komen warganet.
"Mantep pak polisi. Sikat semua motor-motor yang bikin telinga berisik!" dukung warganet.
Berita Terkait
-
Bucin Banget! Pria di Banyumas Ini Tulis Surat Cinta di Dinding, Warganet Auto Ngakak
-
Pengantin Lelaki Positif Covid-19, Pasangan Ini Harus Rela Nikah Virtual
-
Viral! Orangutan Bergaya Pakai Kacamata Hitam dari Pengunjung, jadi Sorotan Media Asing
-
Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Cynthiara Alona Terancam 15 Tahun Penjara
-
Viral Wanita Ungkap Pengalaman Miris Menikah Muda di Umur 17: Aku Menyesalinya!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat