Suara.com - Aksi bagi-bagi sembako Presiden Joko Widodo di terminal Grogol, Jakarta Barat yang memicu kerumunan terus menuai kritik sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution.
Syahrial mempertanyakan maksud Jokowi membagi-bagikan secara langsung bantuan sosial atau sembako kepada masyarakat di lapangan. Menurutnya, presiden tak perlu repot-repot turun lantaran sifatnya terlalu teknis.
"Apa motivasinya presiden bagi-bagi bansos hingga menciptakan kerumunan? Jika ingin membantu meringankan rakyat, artinya beliau tidak percaya dengan kinerja anak buahnya. Itukan sangat teknis, tidak harus dilakukan langsung oleh seorang presiden," kata Syahrial saat dihubungi, Jumat (13/8/2021).
Syahrial menilai ada diskriminasi hukum jika pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Jokowi tidak ditindak. Ia mengatakan, seharusnya Menko Marves RI sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar bisa menindak perangkat penyelenggara aksi tersebut.
"Ada diskriminasi terhadap penegakan pelanggaran aturan. Mestinya, Koordinasi PPKM Pak Luhut memperingatkan dan menindak pihak-pihak yang memfasilitasi acara presiden tersebut," ujarnya.
Bahkan, kata dia, Luhut perlu menegur Jokowi usai aksi bagi-bagi sembakonya tersebut justru menimbulkan kerumunan. Namun, ia tak yakin Luhut akan melakukan hal tersebut.
"Ya kalau mau menegakkan aturan tanpa diskriminatif (menegur Jokowi), terhadap siapa pun yang melakukan pelanggaran. Tapi, mana berani Pak Luhut," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, bicara soal kewenangan sebenarnya Satpol PP bisa saja melakukan tindakan untuk membubarkan. Menurutnya, Jokowi bisa saja melakukan gaya blusukannya dengan mengatur waktu untuk menghindari kerumunan.
"Kalo presiden ingin sekali blusukan, kenapa tidak dilakukan tengah malam saja. Seperti yang sebelum-sebelumnya dilakukan, sambil bawa kamera dokumentasi dan disebarluaskan," ucapnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Beri Bonus Atlet Olimpiade Tokyo 2020, Non-Medali Dapat Rp 100 Juta
Picu Kerumunan
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyambangi Terminal Grogol, Jakarta Barat pada Selasa (10/8). Kedatangan Jokowi, untuk membagikan sembako kepada warga. Namun karena tingginya antusias warga yang tidak sabaran mengantre hingga menyebabkan terjadinya kerumunan, bahkan terjadi dorong-dorongan.
Pantauan Suara.com di lokasi Jokowi tiba sekitar pukul 16.12 WIB. Namun saat tiba, Jokowi tidak turun dari mobil yang ditumpanginya. Masyarakat pun hanya bisa melihat dari jauh sambil meneriaki memanggil-manggil namanya.
Dari dalam mobil Jokowi melambaikan tangan kepada para warga yang berkumpul. Sekitar 5 menit kemudian Jokowi langsung meninggalkan lokasi.
Saat Jokowi tiba, pembagian sembako sebenarnya berjalan kondusif. Mereka mengantre dengan menjaga jarak. Namun setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu meninggalkan lokasi, situasi tidak kondusif.
Terlihat mereka terlibat saling dorong, sampai ada beberapa warga yang terlihat terjepit di antara kerumunan massa. Alhasil protokol kesehatan jaga jarak pun terabaikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029