- MAKI laporkan rekening gendut Rp32 miliar milik istri pejabat Kemenag ke KPK.
- Uang tersebut diduga hasil gratifikasi dari penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024.
- Laporan ini terkait kasus korupsi haji yang jerat mantan Menag Yaqut.
Suara.com - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, melaporkan dugaan adanya rekening gendut senilai Rp32 miliar milik istri salah satu pejabat tinggi di Kementerian Agama ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, pemilik rekening tersebut hanya seorang ibu rumah tangga.
“Dugaan seorang istri pejabat tinggi di Kementerian Agama memiliki rekening sekitar Rp32 miliar, padahal itu ibu rumah tangga,” kata Boyamin di Gedung KPK, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Boyamin mengaku telah menyerahkan data lengkap temuannya dan berharap KPK segera menindaklanjutinya. Menurutnya, uang puluhan miliar tersebut diduga merupakan hasil gratifikasi dari penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024.
Selain rekening gendut, Boyamin juga melaporkan adanya dugaan peningkatan aset tidak wajar milik pejabat tersebut, termasuk kebun durian seluas 5 hektar dan sebuah rumah sakit klinik di Jawa Tengah.
“Orang yang diduga membeli aset-aset atas nama pejabat tinggi itu berinisial I dan KS,” jelas Boyamin.
Kasus Korupsi Kuota Haji
Laporan ini muncul di tengah penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama yang telah menjerat mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka.
Keduanya dijerat dengan Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Kasus korupsi kuota haji ini mulai disidik KPK sejak 9 Agustus 2025. Dari hasil perhitungan awal bersama BPK, KPK memperkirakan kerugian negara akibat kasus ini mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Baca Juga: Gegara Bobby Nasution Tak Dipanggil, Boyamin MAKI Temui Dewas KPK Bawa Bukti Rekaman Sidang
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi