- PDIP desak pemerintah pusat alokasikan anggaran yang adil untuk daerah.
- Partai kritik keras praktik pemotongan dana transfer ke daerah (TKD).
- Kebijakan ini dinilai melanggar asas desentralisasi dan mencederai keadilan.
Suara.com - PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi menyuarakan urgensi penguatan otonomi daerah melalui pembagian anggaran yang adil antara pemerintah pusat dan daerah. Partai tersebut secara khusus menyoroti dan mengkritik adanya praktik pemotongan Dana Transfer ke Daerah atau TKD.
Hal ini menjadi salah satu poin krusial dalam Rekomendasi Eksternal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP yang dibacakan pada acara penutupan di Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026).
Rekomendasi yang dibacakan oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham, ini mendorong agar alokasi TKD dilakukan secara proporsional sesuai mandat Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).
"Rakernas I Partai mendorong penguatan otonomi daerah dengan memastikan alokasi anggaran transfer ke daerah (TKD) yang adil dan proporsional," ujar Jamaluddin di hadapan ribuan kader.
Lebih lanjut, PDIP melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemotongan TKD. Praktik tersebut dinilai telah mencederai prinsip keadilan dan melanggar asas desentralisasi.
"Rakernas menilai bahwa pemotongan anggaran transfer ke daerah tidak mencerminkan asas keadilan dan pemerataan antara pemerintah pusat dan daerah," tegasnya.
PDI Perjuangan memandang kemandirian daerah sangat bergantung pada kepastian fiskal dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap UU HKPD menjadi syarat mutlak untuk menjamin pembangunan yang merata di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru
-
Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat
-
Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
-
MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya