- PDIP desak TNI kembali ke amanat reformasi dan jauhi politik praktis.
- Pemerintah diminta prioritaskan industri pertahanan dalam negeri demi kemandirian alutsista.
- PDIP juga tuntut peningkatan kesejahteraan bagi seluruh prajurit TNI.
Suara.com - PDI Perjuangan (PDIP) secara tegas mengingatkan kembali mandat Reformasi 1998 yang menuntut TNI untuk tetap profesional dan tidak terlibat dalam politik praktis. Desakan ini menjadi salah satu poin utama dalam Rekomendasi Eksternal Rapat Kerja Nasional atau Rakernas I PDIP yang dibacakan pada acara penutupan di Ancol, Jakarta Utara, Senin (7/1/2026).
Sikap politik partai tersebut dibacakan oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham.
Jauhi Politik Praktis, Prioritaskan Industri Dalam Negeri
Dalam rekomendasinya, PDIP menekankan bahwa loyalitas TNI haruslah tunggal, yaitu hanya kepada konstitusi. Selain itu, pemerintah didesak untuk memprioritaskan industri pertahanan dalam negeri demi kemandirian bangsa.
"Rakernas I mendesak pemerintah untuk melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan berlandaskan prinsip kemandirian (Berdikari), memprioritaskan industri dalam negeri," ujar Jamaluddin.
Tata Kelola Internal dan Kesejahteraan Prajurit
Selain kebijakan makro, PDIP juga memberikan rekomendasi terkait tata kelola internal TNI. Sistem promosi dan jenjang karier didorong agar berbasis pada meritokrasi, senioritas, dan keterukuran untuk menjaga soliditas institusi.
Di sisi lain, PDIP juga menaruh perhatian besar pada tingkat kesejahteraan prajurit. Pemerintah didesak untuk memberikan dukungan fasilitas dan tunjangan yang layak, sepadan dengan risiko pengabdian mereka di medan tugas.
"Pemerintah harus menjamin peningkatan kesejahteraan prajurit melalui tunjangan dan fasilitas operasional yang layak, sepadan dengan risiko pengabdian mereka di medan tugas," pungkas Jamaluddin.
Baca Juga: Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: PDIP Berdiri Paling Depan Jaga Hak Rakyat!
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Gubernur Kaltim Beli Mobil Dinas Mewah Rp 8,5 Miliar Di Tengah Efisiensi , Ini Respons Golkar!
-
Dissenting Opinion di Kasus Korupsi Minyak Pertamina: Hakim Mulyono Ragukan Unsur Kerugian Negara
-
KPK Pamerkan Barang Bukti Lima Koper Berisi Uang Rp5,19 Miliar Korupsi Bea Cukai
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen