- Kuasa Hukum Roy Suryo Cs, Abdul Gafur, membantah gerakan mereka didanai tokoh besar atau modal besar.
- Gerakan RRT fokus membongkar dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi didorong mandat dan doa masyarakat.
- Abdul Gafur menantang pembukti isu dana ratusan miliar rupiah atau mengancam pelapor balik jika tak terbukti.
Suara.com - Merespons isu miring yang menyebut gerakan RRT (Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa) didanai oleh pihak tertentu, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs, Abdul Gafur, menegaskan bahwa gerakan kliennya dalam membongkar dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo murni didasarkan pada mandat rakyat, bukan sokongan tokoh atau modal besar.
"Di belakang gerakan kami ini tidak ada orang besar. Kalau ada narasi yang mengatakan gerakan kami didanai orang besar, entah itu karena uangnya banyak atau kekuasaannya besar, itu tidak benar," tegas Abdul Gafur pada kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin (12/1/2026).
Abdul Gafur menyatakan bahwa kekuatan utama di balik gerakan RRT adalah doa dan harapan masyarakat yang menginginkan kejelasan sejarah terkait ijazah mantan pemimpin negaranya.
Terkait manuver hukum yang dilakukan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di Solo beberapa waktu lalu, Abdul Gafur mengklaim hal tersebut justru menjadi energi baru bagi timnya.
Ia menegaskan pihak RRT tidak sedikit pun gentar atau menciut nyalinya.
"Manuver yang dilakukan di Solo itu sama sekali tidak menggentarkan perjuangan kami, malah membuat kami makin solid," ujarnya.
Ia mengibaratkan kondisi saat ini seperti "Perang Bubat" atau perang besar di tahun 2026.
Sebagai bukti keseriusan, Abdul Gafur menyinggung langkah Roy Suryo yang langsung melakukan kick-off awal tahun dengan melaporkan tujuh orang tersangka lainnya ke Polda Metro Jaya.
Selain itu, menanggapi rumor adanya transaksi bernilai ratusan miliar rupiah atau aliran dana haram ke rekening kliennya, Abdul Gafur melontarkan tantangan terbuka.
Baca Juga: Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
Ia meminta pihak-pihak yang menyebarkan isu tersebut untuk segera membuktikannya secara hukum.
"Saya menantang siapa pun, jika punya bukti yang cukup, silakan laporkan kepada PPATK, Bareskrim Polri, KPK, atau Polda Metro Jaya kalau ada aliran uang banyak kepada rekening-rekening klien kami," tantang Abdul Gafur.
Namun, ia juga memberikan peringatan keras bagi para pihak yang melempar tuduhan tanpa bukti. Ia memastikan akan menyeret para penyebar isu tersebut ke jalur hukum.
"Kalau tidak berani membuktikan aliran dana itu kepada rekening Mas Roy Suryo, maka siap-siap Anda akan menjadi terlapor baru di Polda Metro Jaya. Bagi yang menuduh ya," tambahnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Rismon Desak Klarifikasi Jujur Usai Eggi Sudjana Disebut Minta Maaf dan Rangkul Jokowi di Solo
-
Pelapor Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Dipanggil Polda, Laporan Eggi Sudjana Dicabut?
-
Kasus Isu Ijazah Palsu Jokowi, PSI Desak Polisi Segera Tahan Roy Suryo Cs
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
AS Klaim Tembus Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?
-
Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump
-
Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran
-
Anggota DPRD DKI: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Warga Jakarta Asli, Harus Diedukasi
-
Prabowo Diisukan Teken Perjanjian Militer, Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia
-
Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz
-
Kasus Pembunuhan Kacab Bank, 3 Oknum TNI Ajukan Eksepsi di Pengadilan Militer Hari Ini
-
Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!
-
Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu
-
Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil