Suara.com - Mariam Ghani, putri Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dilaporkan hidup nyaman di New York dan populer sebagai seniman visual juga pembuat film.
Mariam disebut menikmati gaya hidup bohemian di Brooklyn, kontras dengan wanita Afghanistan yang bertahan di negara konflik.
Menyadur New York Post Kamis (19/08), wanita 42 tahun ini menolak wawancara dari seorang reporter yang mengetuk pintu kediamannya dari luar, di dalam gedung apartemennya.
Mariam Ghani cukup beruntung karena memiliki kehidupan yang lebih bebas sementara wanita di kampung halamannya kini bergelut dalam belenggu Taliban.
Ia tinggal di apartemen nyaman yang terletak di sebuah gedung mewah di blok Clinton Hill yang tenang dan rindang, dekat restoran yang ramai dan Pratt Institute.
Mariam Ghani lahir di Brooklyn dan dibesarkan di pinggiran kota Maryland sedangkan ayahnya bekerja di pemerintah Afghanistan mulai tahun 2002.
Sebelum ayahnya terpilih sebagai presiden pertama kali pada tahun 2014 dan kemudian lagi pada tahun 2019, Mariam Ghani memulai karir seni dan mengajar.
Karyanya muncul di beberapa museum terkenal di dunia, termasuk Guggenheim dan MOMA di New York dan Tate Modern di London. Pada tahun 2018, ia bergabung dengan fakultas di Bennington College di Vermont.
Film dokumenter fitur pertamanya, 'What We Left Unfinished' tentang lima film yang dimulai dan ditinggalkan selama era Komunis di Afghanistan, sekarang diputar di bioskop tertentu.
Baca Juga: Buat Pernyataan dari UEA, Ashraf Ghani Umumkan akan Pulang ke Afghanistan
“Saya tumbuh di antara banyak budaya,” katanya. “Dan itulah posisi saya bekerja sebagai seorang seniman.”
Wanita ini itu belum secara terbuka mengomentari tindakan ayahnya baru-baru ini. Dalam artikel New York Times 2015 tentang pekerjaannya, dia mengatakan ayahnya adalah sosok yang luar biasa.
Ayahnya dilaporkan kabur dari istana kepresidenan hari Minggu dengan lingkaran orang kepercayaannya dan menurut kedutaan Rusia di Kabul, ia melarikan diri dengan empat kendaraan dan sebuah helikopter penuh uang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas