Suara.com - Vaksinasi massal yang digelar oleh Summarecon Mal Bekasi (SMB) kehabisan stok vaksin di hari terakhir, Selasa (25/8/2021), hari ini. Alhasil, banyak peserta vaksinasi yang terpaksa harus pulang dalam keadaan belum divaksin.
Berdasarkan pantauan Suara.com, stok vaksin Sinovac sudah habis sekitar pukul 14.00 WIB atau siang tadi. Diketahui vaksinasi yang digelar di pelataran parkir Summarecon Mal Bekasi sudah berjalan sejak Senin lalu dan diberikan kloter sesuai jam yang sudah ditentukan pada dosis pertama.
Salah satu warga bernama Renita (20) menyayangkan karena tidak dapat informasi mengenai kehabisan vaksin, padahal sudah jauh-jauh datang ke lokasi vaksinasi. Wanita asal Tambun Selatan itu mengaku sudah datang sebelum jam yang sudah ditentukan.
“Saya sangat kecewa, ya, dengan sistem vaksinasi di SMB hari ini karena petugas tadi bilang kalau dosis vaksin hari ini kurang. Ya rugi, lah, karena udah membuang waktu dan uang transport,” kata Renita saat ditemui Suara.com di tempat vaksinasi SMB.
Vaksinasi yang digelar oleh SMB ini bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), dan Rumah Sakit Husada.
Renita juga mengatakan seharusnya ada data yang petugas miliki terkait jumlah vaksin dengan jumlah peserta vaksin. Ia merasa sangat membutuhkan vaksin dosis dua ini, salah satunya juga untuk menghindari gejala jika terkena Covid-19.
“Seharusnya pihak terkait sudah menyiapkan dosis tersebut sesuai dengan total jumlah orang-orang yang melakukan vaksin dosis pertama atau bisa komunikasikan terlebih dahulu via whatsapp jadi antisipasinya bisa dimasukan ke kloter selanjutnya di kemudian hari atau ditempatkan di tempat lain,” tambah Renita.
Saat petugas vaksinasi menginformasikan terkait habisnya stok vaksin banyak peserta yang bertanya-tanya kapan mereka bisa mendapatkan dosis dua tetapi petugas mengatakan tidak tahu pasti kapan datangnya dosis dua di SMB. Sayangnya, peserta tidak bisa berbuat apa-apa.
Sementara itu, Renita berharap agar SMB dapat memperhatikan data jumlah vaksin agar peserta yang terpaksa dipulangkan dapat mencari lagi tempat vaksinasi yang membuka khusus dosis dua.
Baca Juga: Kerap Muncul Kerumunan, Ini Syarat Wajib Gelar Vaksinasi Massal di Palembang
“Saya harap pihak SMB lebih memerhatikan jumlah peserta, dosis vaksin yang mereka butuhkan, juga menyiapkan semuanya dengan baik agar kejadian ini tidak terulang,” tutup Renita. (Aulia Ivanka Rahmana)
Berita Terkait
-
Kerap Muncul Kerumunan, Ini Syarat Wajib Gelar Vaksinasi Massal di Palembang
-
Dukung Percepatan Herd Immunity, Unisa Jogja Gelar Vaksinasi 6.500 Mahasiswa dan Pelajar
-
Akhirnya! Vaksinasi Untuk Warga Non KTP Balikpapan Digelar, Catat Syaratnya Yah
-
Heboh Pejabat Ngaku Dapat Vaksin Booster, AII: Bentuk Ketidakpedulian Penguasa ke Rakyat!
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung
-
PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
-
DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main
-
Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita
-
Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet