Suara.com - Pemimpin tertinggi Taliban Hibatullah Akhundzada akhirnya diketahui keberadaannya setelah sempat dirahasiakan dari muka publik.
"Dia ada di Kandahar. Dia telah tinggal di sana sejak awal," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, disadur dari Straits Times Senin (30/8/2021).
"Dia akan segera tampil di depan umum," tambah wakil juru bicara Bilal Karimi.
Pengumuman tersebut menjadi jawaban pertanyaan tentang keberadaan pemimpin Taliban yang sudah lama tidak diketahui publik.
"Anda akan segera bertemu dengannya, insya Allah," kata Zabihullah Mujahid dikutip dari Hindustan Times.
Akhundzada telah memimpin Taleban sejak 2016 ketika Taliban mengalami keretakan dan krisis. Ia ditugaskan untuk menyatukan kembali kelompok itu.
Sedikit yang diketahui tentang peran sehari-hari Akhundzada. Profilnya yang dirilis ke publik juga sangat terbatas.
Dia juga belum mengeluarkan pernyataan apa pun sejak Taliban berhasil mengambil alih dan kembali berkuasa di Afghanistan.
Siapakah Hibatullah Akhundzada?
Baca Juga: CEK FAKTA: Foto Perempuan Afghanistan Berpakaian Modern di Tahun 1970, Benarkah?
Hibatullah Akhundzada lebih dikenal sebagai pemimpin agama daripada komandan militer. Ia ditunjuk langsung oleh Akhtar Mohammad Mansour untuk memimpin Taliban.
Akhundzada diumumkan sebagai pemimpin Taliban setelah Mansour tewas dalam serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat pada 2016.
Hibatullah Akhundzada dilaporkan pernah menjadi wakil kepala mahkamah agung Taliban dan setelah setelah jatuhnya Taliban di Afghanistan pada 2001, ia menjadi kepala dewan ulama kelompok itu.
Pemimpin kelahiran kota Kandahar tersebut juga dilaporkan sempar terlibat dalam perlawanan Islam selama invasi Soviet di Afghanistan.
Mengapa bersembunyi?
Kerahasiaan merupakan hal yang biasa bagi Taliban karena sebagian besar pemimpin tertingginya berada dalam bayang-bayang selama bertahun-tahun.
Mullah Mohammad Omar adalah sosok yang juga dikenal misterius, ia bahkan enggan menemui delegasi yang mengunjunginya.
Analis keamanan asal Pakistan Imtiaz Gul mengungkapkan jika hal tersebut dikarenakan banyak hal, salah satunya adalah keamanan.
"Taliban menganggap diri mereka dalam keadaan jihad selama pasukan asing berada di Afghanistan dan kemungkinan akan menyembunyikan pemimpin mereka sampai mereka pergi," ungkap Imtiaz Gul kepada AFP.
"Itu sebabnya pemimpin tertinggi tidak muncul ke publik," sambungnya.
Kepala program Asia di International Crisis Group Laurel Miller menjelaskan bahwa Akhundzada tampaknya mengadopsi gaya kepemimpinan Omar yang tertutup.
Miller juga menambahkan bahwa kerahasiaan Akhundzada kemungkinan juga didorong alasan keamanan sejak Mansour tewas dibunuh AS.
"Seorang juru bicara Taliban mengindikasikan pemimpin mereka akan segera muncul, dan dia mungkin memiliki alasan untuk melakukan itu untuk menghilangkan kecurigaan atas kematiannya," kata Miller kepada AFP.
"Tetapi mungkin juga setelah menunjukkan dirinya, dia akan menarik diri dan menjalankan otoritasnya dari jarak jauh, seperti yang dilakukan Mullah Omar." sambungnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
H-10 Lebaran, Menteri PU Targetkan Pantura Barat Bebas Lubang
-
ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas