Suara.com - Pengendara mobil dengan nomor polisi B 1991 SIM meninggal mendadak di Jalan Raya Duren Tiga Raya Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021) malam. Kekinian jenazah tersebut telah dievakuasi oleh Polsek Pancoran.
Seperti diberitakan Antara, pada pukul 19.30 WIB, sejumlah petugas dari satuan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gukarmat) Jakarta Selatan, TNI dan Polri mengevakuasi jenazah tersebut ke dalam mobil ambulans milik Puskemas Pancoran.
Kepala Sub Unit Lalu Lintas Polsek Pancoran Inspektur Polisi Satu Deni Setiawan mengatakan sebelum mengevakuasi jenazah pihaknya terlebih dahulu melakukan uji swab PCR tes untuk menghindari adanya potensi terpapar Covid-19.
"Kita petugas tidak sembarangan mengambil langkah. Makanya di swab dulu oleh tenaga kesehatan," kata Deni saat ditemui di lokasi.
Deni menuturkan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui penyebab dari peristiwa tersebut.
"Kalau informasi dari tukang parkir, awalnya lampu merah berhenti, lalu pas lampu hijau tidak jalan, dia tidak maju-maju diam saja," kata dia.
Pihak kepolisian kata dai, mendapatkan laporan sekitar pukul 18.30 WIB. Kemudian tim bergerak ke lokasi dan mmebawa jenazah ke RS Polri.
"Jenazah tersebut dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi oleh petugas," kata Deni.
Kesaksian Warga
Baca Juga: Makam Jenazah Covid-19 di TPU Rorotan Ambles, Anak: Jujur Saya Sedih!
Salah satu warga, Sony Alfian Dwi Sastra (32), mengaku pertama kali mengetahui peristiwa itu setelah mengecek langsung mobil yang ditumpangi jenazah.
Awalnya dia penasaran karena mobil tersebut terlihat tidak bergerak padahal kondisi lampu lalu lintas sudah berwarna hijau.
"Saya melihat jelas, karena udah lampu hijau sekitar, sekitar 5-10 menit dia tidak jalan akhirnya saya pribadi coba mengecek dan ternyata kondisi pengemudi sudah tak berdaya di kursi dengan kondisi menginjak rem kakinya," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
Terkini
-
Terbongkar, Ini Daftar 9 Informasi Ijazah Jokowi yang Sengaja Ditutupi KPU
-
Simbol X di Masker Warnai Sidang Vonis Laras Faizati di PN Jaksel, Apa Maknanya?
-
Detik-detik Menegangkan Sidang Vonis Laras Faizati: Pendukung Riuh, Berharap Bebas Sekarang Juga
-
Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini Isu yang Dibahas
-
Polemik Pasal Nikah Siri di KUHP Baru, Selly: Bukan Kriminalisasi Agama, Tapi Perisai bagi Perempuan
-
Jelang Vonis, Laras Faizati Berharap Hukum Lindungi Hak Bersuara: Doakan Saya Pulang Hari Ini
-
Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Hari Ini
-
Rekrutmen Dosen ASN PKN STAN 2026: Syarat, Kualifikasi, dan Tahapan Seleksi
-
Sutiyoso Dorong Penertiban Tiang Monorel Senayan, DPRD Buka Opsi Alih Fungsi
-
Uji UU TNI di MK, Tim Advokasi Soroti Impunitas dan Ancaman Militerisme