Suara.com - Seorang pria bernama Fauzan (37) ditangkap oleh polisi lantaran diduga telah menganiaya hingga melempar anaknya, R (16) ke sungai. Peristiwa tersebut sempat terekam video amatir dan viral di media sosial.
Mengutip Digtara.com--jaringan Suara.com, kasus anak dilempar oleh ayah kandung itu terjadi di sungai kawasan Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Sabak Barat, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi, Selasa (7/9/2021) lalu.
Video anak dilempar oleh ayahnya ke sungai terekam dalam video berdurasi 34 detik. Dalam video itu terlihat seorang pria memarahi seorang anak laki-laki di tepi sungai. Meski menangis, bocah tersebut tetap dianiaya ayahnya. Tidak lama kemudian, tiba-tiba sang ayah mendekati anak tersebut dan langsung melemparnya ke tepian sungai.
Tindakan penangkapan yang dilakukan oleh polisi justru tidak diinginkan oleh istri pelaku, Neneng Hasanah (41). Dengan wajah memelas, Neneng meminta agar polisi melepaskan lagi suaminya.
“Saya minta tolong pak Polisi, agar membebaskan suami saya karena dia kepala keluarga,” ujar Neneng memelas, Kamis (9/9/2021).
Dia menjelaskan, sebagai kepala keluarga banyak yang harus menjadi tanggungan hidup, baik menyekolahkan anak, mencari nafkah keluarga dan lain sebagainya.
Namun begitu, Neneng hanya bisa menyerahkan lagi ke pihak kepolisian mengenai nasib suaminya.
“Suami saya kerjanya penjaga kebun warga dan balik terkadang lama,” ungkapnya.
Menurutnya, permasalahan suaminya memukul anak lelakinya hingga sampai dilempar ke sungai karena emosi kepada anak. “Ayahnya marah ke anak karena tidak masuk mengaji di pesantren,” imbuhnya meyakinkan.
Baca Juga: Viral! Indigo Ramal Covid-19 Akan Hilang dari Indonesia, Setelah 3 Tanda Ini Terjadi
Terpisah, Kapolres Tanjab Timur, AKBP Andi Ichsan saat dihubungi menjelaskan, masih akan melihat perkembangan psikologis anak oleh KPAI, PPA dan dinas sosial.
“Semua butuh proses dan tidak langsung dikembalikan kepada pihak istrinya karena kami juga ingin melihat bagaimana perkembangan psikologi anak,” tukasnya.
Selain dari cek psikologi anak, sambungnya, juga menunggu hasil kepastian hasil visum dari rumah sakit.
Sedangkan untuk Ayahnya lanjut Kapolres, belum ditetapkan tersangka melainkan hanya mengamankan saja demi tidak ada kemarahan dari masyarakat.
“Kita akan terus melakukan pengembangan pemeriksaan visum korban sampai benar-benar apa hasil nantinya,” tandas Andi.
Berita Terkait
-
Viral! Indigo Ramal Covid-19 Akan Hilang dari Indonesia, Setelah 3 Tanda Ini Terjadi
-
Viral Penampakan Pagar Rumah dari Kolam Ikan Koi, Publik: Kreatif Banget
-
Tak Romantis, Ternyata Ini Isi SMS Nur Khamid Saat Pertama Kali Menghubungi Bule Cantik
-
Buka Tutup Wajan, Pria Dibuat Syok Lihat Tambahan 'Daging' di Masakan Kangkung
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal