Pada tahun 2014, pemerintah Australia mengadopsi kebijakan, di mana pengungsi yang terdaftar di United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Indonesia setelah Juni tahun itu tidak akan pernah dimukimkan kembali di Australia.
“Perubahan ini akan mengurangi masuknya pencari suaka ke Indonesia dan mendorong mereka mencari pemukiman kembali di negara-negara suaka pertama,” kata Scott Morrison, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Imigrasi Australia.
Namun, di tengah perang yang menyebabkan jumlah pengungsi meningkat, para pencari suaka Afghanistan terus berdatangan ke Indonesia.
Tiga kelompok masyarakat di Australia telah memberikan surat dukungan bagi Hanif untuk dimukimkan kembali melalui program kemanusiaan.
Namun karena tiba di Indonesia pada Agustus 2014, dia tidak memenuhi syarat masuk ke Australia.
"Banyak pengungsi di Indonesia mungkin tidak akan pernah bisa ikut program pemukiman kembali," demikian pernyataan UNHCR.
Pihak Departemen Dalam Negeri saat ditanya soal perkembangan terakhir, menyatakan: "Kebijakan pemerintah Australia dalam memerangi penyelundupan manusia tetap tidak berubah."
"Kami akan terus mendeteksi dan mencegat siapa pun yang mencoba melakukan perjalanan ke Australia secara ilegal," katanya.
Taliban membidik seniman
Seniman lainnya, Farahnaz Salehi, tiba di Indonesia sebagai pengungsi pada usia 14 tahun dan memilih lukisan sebagai cara mengekspresikan diri.
Baca Juga: Taliban Izinkan Evakuasi 200 Warga AS yang Masih Tertinggal di Afghanistan
"Saya kira penderitaan yang menginspirasi saya. Juga kesedihan," ujar Farahnaz.
Terletak di antara Eropa dan Asia, Afghanistan selama berabad-abad merupakan tempat perkembangan seni dan puisi.
Dulunya Afghanistan memiliki patung Budha Bamiyan, situs warisan dunia dan sumber kebanggaan nasional yang dibangun pada abad keenam dan ketujuh.
Namun di bawah pemerintahan Taliban pada 1990-an, seni dilarang dan seniman dianiaya.
Taliban menghancurkan patung iyu pada tahun 2001, sebuah peristiwa yang bagi banyak orang Afghanistan melambangkan fanatisme dan kebiadaban.
Sejak menguasai Kabul kembali pada 14 Agustus, Taliban mulai menghapus mural di tembok-tembok kota itu, yang menggambarkan perempuan atau pahlawan nasional, dan menggantinya dengan propaganda.
Berita Terkait
-
Taliban Izinkan Evakuasi 200 Warga AS yang Masih Tertinggal di Afghanistan
-
Ashraf Ghani Minta Maaf ke Rakyat Afghanistan, Bantah Bawa Kabur Jutaan Dolar
-
Ashraf Ghani Minta Maaf ke Rakyat Afghanistan, Bantah Bawa Kabur Uang
-
Taliban Bentuk Pemerintahan Baru di Afghanistan, China Langsung Transfer Bantuan
-
Miris! Ratusan Tentara Inggris yang Pernah Perang di Afghanistan Melakukan Bunuh Diri
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah