Suara.com - Momen ganjil dialami jurnalis senior sekaligus presenter, Andi F Noya ketika menjadi bintang tamu di webinar SMA Negeri 5 Purwokjerto, bertajuk 'Suara Terindah untuk Smala'. Ada suara tangisan misterius saat webinar.
Dalam acara yang diadakan sejak 18 Agustus hingga 5 September 2021 tersebut, Andy F Noya menjadi pembicara. Nah, di tengah sesi materi, Andy F Noya tampak dibikin bingung dengan suara seorang perempuan yang menangis.
Peristiwa tersebut menjadi buah bibir di jejaring sosial Twitter. Adalah pemilik akun Twitter @vaLentfun yang mengunggah cuplikan rekaman video webinar ketika terdengar suara misterius tersebut.
Dalam cuitannya, pemilik akun Twitter @vaLentfun merasakan keanehan ketika tangisan misterius itu terdengar. Soalnya, semua semua fitur audio partisipan dimatikan alias dalam kondisi mute, kecuali narasumber yakni Andy F Noya.
"Webinar Bersama Andy F Noya, tiba-tiba ada yang nangis, entah suara darimana, padahal semua suara di Mute All, kecuali narasumber," tulis akun Twitter @vaLentfun.
Nggak cuma sekilas, suara tangisan tersebut terdengar jelas ketika Andy membawakan materi. Bahkan, gara-gara suara tersebut, Andy sempat berhenti menjelaskan kemudian memperhatikan dengan saksama suara misterius itu.
Andy F Noya yang merasa penasaran, mempertanyakan sumber tangisan itu. Ekspresinya tampak bingung. "Siapa nangis? Ada yang nangis tuh, kenapa ya?" kata Andy dalam webinar tersebut.
Di webinar itu, tak terdengar suara lain, kecuali dari Andy F Noya yang menjadi narasumber. Tidak diketahui dari mana asal suara perempuan itu. Suara perempuan menangis itu sangat jelas
Pasalnya, dijelaskan semua sumber audio peserta dimatikan selama pemberian materi berlangsung. Tapi, Andy melanjutkan materinya. Seketika suara suara tangisan asing itu pun berhenti.
Baca Juga: Menengok Nasib Penjual Kaset VCD di Purwokerto: Ketika Berdagang Hanya untuk Hibur Diri
Rekaman video yang diunggah pula ke YouTube itu membuat banyak warganet penasaran. Tak sedikit juga yang justru merasa merinding karena suara tangisan yang begitu jelas.
Suara bisa didengar mulai dari menit 55.20:
Berita Terkait
-
Menengok Nasib Penjual Kaset VCD di Purwokerto: Ketika Berdagang Hanya untuk Hibur Diri
-
Mahasiswa KKN-PPL STAIT Yogyakarta Mengadakan Kegiatan Webinar Pendidikan
-
Rekomendasi 5 Tempat Kuliner di Purwokerto, Makanannya Dijamin Menggoda Lidah
-
Di Masa Pandemi Covid-19, Tim Peneliti F MIPA Unsoed Kembangkan PLTA Piko Hidro
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv
-
Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!
-
Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah
-
Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
-
Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB
-
Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif