Suara.com - Tim Koalisi Warga LaporCovid-19 mendapatkan sedikitnya 18 laporan warga yang mengungkap bahwa ada masyarakat non tenaga kesehatan menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster, bahkan dari kalangan pejabat.
Sebanyak 7 laporan berasal dari warga DKI Jakarta, 4 dari Jawa Timur, 2 dari Banten, dan masing-masing 1 laporan dari Kalimantan Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara.
"Ada seorang nakes di Jatim yang menyuntikkan vaksin Moderna ke orang non-nakes yaitu suaminya sendiri padahal suaminya sudah vaksin dua kali, lalu di DKI Jakarta ada non-nakes terima vaksin dosis ketiga di Mabes Polri, orang tersebut diduga memiliki koneksi ke penyelenggara vaksin," kata Relawan LaporCovid-19 Hana Syakira.
Padahal, surat Edaran Kementerian Kesehatan HK. 02.01/I/1919/2021 sudah secara tegas menyatakan bahwa vaksin dosis ketiga dengan Vaksin Moderna hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan.
Orang non-nakes bisa menerima Vaksin Moderna dengan syarat sama sekali belum pernah divaksin Covid-19.
"Seorang di Kota Bekasi melaporkan bahwa Pak RT nya sudah dapat booster Moderna," tambahnya.
Bahkan, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dalam rekaman yang bocor beberapa pekan lalu secara terang-terangan mengaku sudah mendapat booster dengan vaksin Moderna.
Rekaman itu tersebar dalam video kunjungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Samarinda, Kaltim pada akhir Agustus lalu.
Relawan LaporCovid-19, Amanda Tan menyebut laporan ini sudah diteruskan kepada Kementerian Kesehatan namun tidak ada tindak lanjut dan lebih kepada penyangkalan.
Baca Juga: Dalih Jokowi Rajin Blusukan ke Daerah Tinjau Vaksinasi Door to door
"Mereka tidak terbuka menyampaikan apa yang akan dilakukan. Bahkan cenderung tidak ada respons," ucap Amanda.
Diketahui, vaksinasi booster hanya diberikan bagi tenaga kesehatan yang dinilai bekerja dengan resiko tinggi terpapar Covid-19, tercatat sudah 779.254 nakes (53,06 persen) sudah di-booster dari total 1.468.764 nakes.
Berita Terkait
-
Dalih Jokowi Rajin Blusukan ke Daerah Tinjau Vaksinasi Door to door
-
Progres Vaksinasi Covid-19 Bagi Pelaku Pariwisata di DIY Sudah Capai 90 Persen
-
Target Baru Kemenkes, Masih Ada 208.265.720 Jiwa Masyarakat Indonesia yang Harus Divaksin
-
Kemenkes Klaim 41,73 Juta Orang Indonesia Sudah Disuntik Vaksin Lengkap
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan