Suara.com - Untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona, kini pemerintah gencar melakukan program vaksinasi Covid-19. Para lanjut usia (lansia), masyarakat umum, hingga anak-anak berusia 12-18 tahun diwajibkan untuk mendapatkan 2 dosis vaksin.
Melalui Satgas Covid-19, pemerintah menekankan bahwa semua jenis vaksin yang disediakan telah melalui serangkaian proses keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga bisa digunakan oleh masyarakat secara luas.
Walau telah teruji keamanannya, namun banyak masyarakat mengalami efek samping tertentu setelah mendapatkan vaksin Covid-19, atau yang disebut sebagai kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Pada beberapa orang, KIPI bisa terjadi dalam bentuk sakit kepala, nyeri, tubuh lemas, dan demam.
Selain ketidaknyamanan tersebut, ada juga yang mengalami nyeri, bengkak, dan kemerahan di lokasi suntikan, tidak enak badan, mengantuk, mual, atau lapar.
KIPI memang tidak dialami oleh semua orang yang divaksin. Kalaupun terjadi, tidak semua orang mengalami tingkat KIPI yang sama. Semakin fit dan sehat seseorang, semakin kecil ia akan mengalami KIPI. Kalaupun terjadi, hanya dalam kondisi ringan saja.
Efek samping vaksin Covid-19 ini merupakan gejala medis, yang biasanya bersifat sementara, dan akan hilang dengan sendirinya walau tanpa pengobatan. Namun demikian, ada upaya yang sebenarnya bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan KIPI setelah divaksin. Salah satu yang paling disarankan adalah menjaga tubuh terhidrasi dengan baik.
Setelah mendapatkan kepastian jadwal vaksin Covid-19, sebaiknya Anda sudah menyiapkan diri untuk mengonsumsi makanan sehat, vitamin, dan cukup minum air putih. Pada saat mengantre vaksin, Anda pun disarankan untuk membawa air minum sendiri, karena terkadang situasi di lapangan cukup panas.
Setelah Anda mendapatkan vaksin, jangan lupa untuk tetap minum air putih dan istirahat yang cukup. Jika Anda mengalami gejala-gejala KIPI seperti yang disebutkan di atas, Anda bisa minum obat yang disarankan, sambil tetap menjaga tubuh terhidrasi.
Anda bisa mempercayakan konsumsi air kepada Le Minerale, produk air mineral dalam kemasan yang diproduksi oleh PT Tirta Fresindo Jaya, salah satu anak perusahaan dari Mayora Group. Le Minerale memiliki rasa segar, karena berasal dari sumber mata air pegunungan terpilih dan mengandung anugerah mineral alami yang baik untuk tubuh.
Baca Juga: Berikut Manfaat Air Mineral untuk Pencegahan Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu