Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat ada sebanyak 529 warga negara Indonesia yang kini berada di Suriah. Jumlah tersebut tersebar, mulai dari kamp hingga penjara.
"Di Suriah sendiri terdapat 529 WNI yang tersebar di camp 115 orang, pada penjara 21 orang, perbatasan Turki ada 16 orang," kata Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar dalam rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (15/9/2021)
Sementara itu sisanya, sebanyak 377 orang belum diketahui keberadaannya. Adapun 21 WNI yang dipenjara tersebar di beberapa titik.
Selain di Suriah, Boy mengatakan bahwa WNI juga terpantau berada di Filipina.
Ia merinci sebanyak 13 orang berada di zona konflik, 11 orang meninggal dunia, 4 orang tercatat sebagai returnis, dan 7 orang deportan.
"Di Afghanistan sendiri berada di zona konflik, informasinya adalah sekitar 10 orang ada di antara mereka relokasi dari Suriah, meninggal dunia 2 orang, sebagai deportan 11 orang, total 23 orang," kata Boy.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Indonesia Siapkan Perpres Kepatuhan HAM untuk Perusahaan, Bakal Jadi yang Pertama di ASEAN
-
Laporan Suara.com dari Swiss: Prabowo Siap Hadir di World Economic Forum 2026
-
Dari Kenaikan PBB hingga Uang di Dalam Karung: Puncak Drama Bupati Pati Sudewo
-
Pati dan Madiun Tanpa Pemimpin Pasca OTT KPK, Kemendagri Ambil Langkah Darurat
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan