Suara.com - Sebanyak 100 tokoh nasional yang terdiri dari pimpinan organisasi atau lembaga serta tokoh perorangan menuliskan pesan untuk pemerintah terkait penanggulangan pandemi Covid-19. Salah satu hal yang diminta mereka kepada pemerintah ialah untuk tidak merancang alokasi anggaran bidang kesehatan lebih kecil daripada anggaran stimulus ekonomi.
Pesan tersebut terdapat dalam ikhtisar pokok-pokok pikiran hasil dari pertemuan virtual pada 100 tokoh tersebut. Pada poin keempat, mereka menyebutkan kalau pemerintah terlihat tidak sungguh-sungguh dalam menanggulangi Covid-19 karena tidak membuat anggaran bidang kesehatan lebih besar dari anggaran untuk stimulus ekonomi.
"Ketika ketidaksungguhan pemerintah juga ditunjukkan dengan rendahnya alokasi angggaran bidang kesehatan dibandingkan dengan anggaran yang dialokasikan untuk stimulus ekonomi," kata Ketua Bidang Kajian Akademik Majlis ’Alimat ’Alam Islami (Organisasi Ilmuwan Muslimat Internasional) Indonesia, Nurhayati Djamas dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (22/9/2021).
Akibat dari rendahnya alokasi anggaran pada bidang kesehatan, masyarakat masih harus menanggung biaya-biaya tes Covid-19 seperti tes swab ataupun PCR. Padahal menurut mereka, biaya untuk pelaksanaan tes tersebut seharusnya ditanggung pemerintah.
"Rakyat harus menanggung biaya tes antigen dan swab PCR yang mahal dalam pelaksanaan 3T adalah kewajiban dan tanggung jawab dari pemerintah."
Poin tersebut menjadi satu dari delapan poin yang dirumuskan oleh 100 tokoh bangsa. Mereka mengaku sudah mengirimkan poin-poin tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Akan tetapi pihak dari Jokowi belum memberikan balasan.
Dalam daftar 100 tokoh bangsa itu terdapat nama seperti Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Ketua Umum PP. Muhammadiyah, Haedar Nashir; Ketua Umum PP Syarikat Islam, Hamdan Zoelva: Prof Din Syamsuddin, tokoh intelektual Azumardi Azra, hingga Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Kapolri, Jaksa Agung dan Panglima Jangan Cuma Salaman! Publik Tunggu Nyali Tuntaskan Kasus Febrie
-
Penghentian Pendataan MBG oleh Kejaksaan Dipertanyakan, Diduga Ada Tarik Ulur Politik
-
Skincare Kian Laris di TikTok Shop, BPOM Malah Temukan 9.042 Tautan Kosmetik Ilegal
-
Jawab Kritik DPR, Menkeu Purbaya Pastikan Dana Pendidikan 20 Persen Tak Diganggu
-
Detik-Detik Evakuasi Truk Towing yang Tersangkut JPO Tendean, Crane Besar Diterjunkan
-
'Jangan Ada Dusta!', Pesan Menohok Jaksa KPK di Sidang Suap Bea Cukai Rp78 Miliar
-
Rekayasa Lalu Lintas Imbas Penanganan JPO Tendean, Ini Rute Pengalihan Kendaraan
-
Donald Trump Resmi Kirim Surat ke Kongres AS, Perang Dimulai Kembali
-
Di Balik Alih Status RUU Perampasan Aset, DPR Klaim Punya Cara Mempercepat Pembahasan
-
Lawan Narasi 'Lagi Apes', Jaksa KPK Siapkan 40 Saksi di Sidang Suap Bea Cukai