Suara.com - Pertemuan antara Gubernur Anies Baswedan dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka harus tertunda. Keduanya batal bertemu pada acara di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Ketua Karang Taruna DKI Jakarta Muhammad Mul mengatakan, seharusnya Gibran hadir pada Bulan Bhakti Karang Taruna di Karang Anyar sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna Nasional. Namun, begitu sudah menjelang pukul 13.00 WIB, Gibran mengabari tidak bisa hadir.
"Jadi konfirmasi tadi di nasional tadi agenda masih padat ada beberapa ini juga sinkronisasi dengan Ketum mas Didik sepertinya tidak bisa hadir," ujar Mul di lokasi, Minggu (26/9/2021).
Pada jadwal awal, Gibran seharusnya hadir bersama Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna Didik Mukrianto. Keduanya ternyata masih mengikuti acara peringatan Hari Karang Taruna di tempat lain.
"Kami sebenarnya juga mengharapkan ada mas Gibran dan Ketum untuk hadir dalam acara ini," tuturnya.
Memang, kata Mul, hari ini jadwal Karang Taruna begitu padat di Jakarta. Bahkan ada lima acara di lima lokasi yang berbeda.
"Iya jadi berbarengan semua," pungkasnya.
Saling Puji
Sebelumnya, Gubernur Anies dan Gibran sempat mendapatkan sorotan karena tindakan keduanya saling memuji. Hari ini, Minggu (26/9/2021) rencananya keduanya akan bertemu.
Baca Juga: Usai Saling Memuji, Anies dan Gibran Bakal Bertemu Hari Ini
Anies dan Gibran dijadwalkan bakal hadir dalam acara Bulan Bhakti Karang Taruna di Karang Anyar, Jakarta Pusat. Hal ini dikatakan oleh Ketua Karang Taruna DKI Jakarta Muhammad Mul.
"Kalau pak Gubernur sudah konfirmasi, kalau pak Gibran kayaknya sih akan hadir," ujar Mul saat dikonfirmasi Suara.com, Jumat (26/9/2021).
Menurut Mul, datang sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna. Sementara, Anies selaku Gubernur akan memberikan sambutan dalam acara itu.
"Pak Gubernur ya ngasih sambutan, kalau pak Gibran mungkin kalau beliau datang kita kasih sambutan," jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya masih belum bisa memastikan 100 persen Gibran akan hadir. Sebab, Gibran dijadwalkan lebih dulu datang ke acara peringatan Hari Karang Taruna Nasional di Hotel Mercure, Jakarta.
"Karang taruna memang seindonesia tapi memang kita perayaan sekalian bulan bakti karang taruna," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Usai Saling Memuji, Anies dan Gibran Bakal Bertemu Hari Ini
-
Tuding Anies Pembohong, Pesan Fahri Hamzah ke Giring: Jangan Nangis Kalau Diserang Balik
-
Menkes Turuti Permintaan Anies, 7 Ribu Pencari Suaka di Jakarta Bakal Disuntik Vaksin
-
Tuding Anies Baswedan Pembohong, Giring Disebut Ingin Naikkan Popularitas
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang
-
Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi
-
Polda Metro Hormati Putusan Praperadilan Andrie Yunus, Tegaskan Tak Hentikan Penyidikan Diam-diam
-
PDIP Sebut Persahabatan Prabowo dan Megawati Kokoh, Bukan Sekadar Pertemanan 'Nasi Goreng'
-
Serangan Siber Pentagon, Propaganda Pro-Iran Susup VIP Militer AS Lewat Instagram
-
Mendiktisaintek Klarifikasi Isu Penutupan Jurusan Kuliah yang Tak Sesuai Kebutuhan Industri
-
Lebanon Bongkar Kebohongan Israel di PBB: Klaim Bela Diri, tapi Serang RS hingga Situs Warisan Dunia
-
RUU Polri Dikhawatirkan Bikin Karier Mandek dan Regenerasi Tersumbat
-
Ditjen Imigrasi Dorong Penguatan Wewenang melalui Revisi UU TPPO
-
Kurang Sowan, Nadiem Akui Banyak Kesalahan Saat Jadi Menteri