Suara.com - Aksi bocil atau bocah kecil yang berniat minggat dari rumah menjadi viral. Bocil ini ingin pergi karena merasa tersakiti. Namun, niatnya itu justru membuat warganet ikut malu.
Peristiwa ini dibagikan oleh akun TikTok @cepolrambut. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 2,4 juta kali dan mendapatkan 300 ribu tanda suka.
Momen ini diceritakan oleh kakak dari bocil tersebut. Sang kakak mengatakan adik perempuannya itu berniat minggat dari rumah karena kerap dimarahin ibunya.
Menurut cerita sang kakak, adiknya itu sering dimarahin karena bermain seharian. Hal itu membuat hati sang adik tersakiti dan mengemas barang-barangnya.
"Jadi adek gua dimarahin nyokap karena main seharian. Terus dia mau minggat dari rumah. #BUKANMAEN," tulis sang kakak sebagai keterangan video TikTok seperti dikutip Suara.com, Kamis (30/9/2021).
Sang kakak lantas membagikan video barang-barang yang dikemas adiknya. Terlihat, bocil itu ingin minggat dari rumah dengan tas Frozen berwarna pink.
Tak hanya itu, bocil itu juga membawa dua kantong kresek dari sebuah minimarket. Sontak, pemandangan itu justru membuat geli kakaknya.
"Berbekal tas Frozen dan tas kantong Indomaret. #fyp," tulis sang kakak.
Barang-barang yang dibawa bocil itu langsung ramai mendapatkan perhatian warganet. Mereka menuliskan beragam komentar kocak mengenai kelucuan bocil itu.
Baca Juga: Pamer Foto Kakek Jadul, Potretnya saat Masih Muda Disebut Mirip Idol Korea
Bahkan, tak sedikit yang ikut merasa malu. Pasalnya, banyak warganet yang mengakui pernah mengalami hal serupa saat masih anak-anak.
"Adeknya merasa menjadi orang yang paling tersakiti," sahut warganet.
"Pasti adeknya merasa menjadi orang paling sedih sedunia," komen warganet.
"Anjir malu, gue pas kecil juga pernah kayak gitu," beber warganet.
"Percayalah pasti kalian semua pernah berpikiran kayak gitu," tambah yang lain.
"Anjir gue dulu juga kek gitu. Tapi kaburnya ke rumah nenek cuma 10 langkah," curhat warganet.
Berita Terkait
-
Pamer Foto Kakek Jadul, Potretnya saat Masih Muda Disebut Mirip Idol Korea
-
Rian D'Masiv Jual Aset Gara-Gara Pandemi, Rumah Mewah Ikut Ditawarkan
-
Viral Kafe di Malang Diduga Langgar PPKM, Pemilik Terancam Tiga Bulan Penjara
-
Viral Pria Beli Kondom di Indomaret Dekat Teman Cewek: Suaranya Sampai Gemetar Wkwkwkw
-
Viral Potret Ibu Setia Temani Anak Tes CPNS, Bikin Netizen Terharu
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?