Suara.com - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan reaksi seorang wanita saat melihat struk belanjaannya. Ia syok karena harga total belanjaan tak sesuai dengan barang yang dibeli.
Dalam video yang diunggah oleh akun Tiktok @aidinibp_, tampak seorang wanita memperlihatkan barang-barang belanjaannya.
Ia membeli pelembut pakaian, pisau dapur, sampo, dan juga spon mandi di sebuah toko dan terkejut saat tiba di rumah dan melihat struk belanjaan.
Ada barang penyusup
Ketika sampai di rumah, wanita tersebut merasa aneh dengan belanjaannya. Ia berpikir belanjaan itu seharusnya tak sampai Rp. 100.000, namun ia membayarnya dengan harga Rp. 104.300.
Ia pun mengecek struk belanja dan syok saat mendapati ada barang yang tak ia beli namun harganya ditambahkan ke dalam daftar belanjaan yang ia beli.
"Guys, jadi kemarin habis ketemu teman aku mampir belanja, cuma beberapa pcs kok harganya 100k lebih," ujar wanita tersebut dalam videonya, dikutip suara.com, Jumat (1/10/2021).
"Ternyata ada barang penyusup, penyusupnya 63K. Barangnya nggak ada dan aku juga nggak ambil itu," lanjutnya.
Sudah ajukan komplain
Baca Juga: Viral Majikan Rias ART yang Mau Menikah, Hasil Transformasi Make Up Disorot: Magic!
Wanita tersebut mengaku sudah mengajukan komplain pada pihak toko. Ia pun segera mendapat pengembalian uang karena memang tidak membeli salah satu barang yang tertulis di struk.
"Udah dikomplain dan langsung dikembalikan uangnya ya teman-teman, ini di-up biar kita lebih teliti aja kalau belanja," ujar wanita tersebut dalam kolom komentar.
Tanggapan warganet
Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka menceritakan pengalaman serupa dengan yang dialami wanita tersebut.
Ada juga yang membagikan tips berbelanja yang aman agar tak mengalami hal tersebut.
"Besok-besok kalau belanja, sehabis bayar jangan langsung pergi, dan diingat-ingat barang yang diambil, setelah dapat struk dicek lagi," tulis salah seorang warganet.
Berita Terkait
-
Lagi Viral, Cara Main Squid Game Versi Roblox
-
Cek Fakta: Benarkah Vaksin Covid-19 Dapat Mengubah Warna Darah?
-
Nyesek! Bocil Kena Prank Dikabari Ortu Meninggal, Kini Syok Tak Bangun-bangun
-
Viral Majikan Rias ART yang Mau Menikah, Hasil Transformasi Make Up Disorot: Magic!
-
Ditinggal Keluar, Ibu Syok Anaknya Hilang di Kamar, Posisi Saat Ditemukan Tak Terduga
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'
-
Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi Dana Hibah, Akan Jadi Saksi Besok
-
Memanas! Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Incar Kapal Induk USS Abraham Lincoln
-
Prakiraan Cuaca Jawa Barat 4 Februari 2026: BMKG Prediksi Hujan Siang Hari
-
Baru Dibuka, 22.494 Tiket Kereta H-1 Lebaran dari Jakarta Ludes Terjual
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak