Suara.com - Rumah Sakit Muh Ahmad Dahlan (RSMAD) Kota Kediri, Jawa Timur meluncurkan layanan vaksin internasional pada perayaan ulang tahun ke-53. Dengan begitu, RSMAD mempunyai kewenangan untuk meluncurkan sertifikat vaksin internasional bagi setiap orang yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri dan mengharuskannya mempunyai sertifikat vaksin.
Direktur RSMAD, Zainul Arifin mengatakan, pihaknya sudah mengantongi lisensi untuk memberikan pelayanan vaksin internasional pada Februari 2020 lalu. Namun, saat itu Pandemi Covid-19 mewabah di negeri ini. Sehingga RSMAD memilih untuk menunda terlebih dahulu perihal layanan vaksinasi internasional ini.
"Kami dapat lisensi vaksin internasional ini sebenarnya pada bulan Februari 2020, sebelum Covid-19 terjadi. Ketika Covid-19 masuk, ini kita pending (pelayanannya)," tutur Zainul dalam Peluncuran Layanan Vaksinasi Internasional secara daring pada Jumat, (1/10/2021).
Kata Zainul, dibanding meluncurkan layanan vaksinasi internasional, lebih baik RSMAD Zainul turut serta fokus menangani pasien Covid-19.
"Kami diminta terlibat untuk menangani pasien Covid-19. Namun di era sekarang ini, vaksinasi sudah mulai dijalankan, dan kami siap menjadi fasilitator vaksinasi di Kota Kediri," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pasien Covid-19 Bergejala Ringan-Sedang Bisa Suntik Vaksin usai Sembuh
-
Distribusi Vaksin Belum Rata, China Dukung Pengabaian HAKI Vaksin Covid-19
-
Studi Klinis Selidiki Interval Dosis Vaksin Covid-19 yang Tepat bagi Ibu Hamil
-
Jadwal Vaksinasi Kabupaten Bekasi 30 September 2021
-
Aparat dan Satgas Covid-19 di Pamekasan Merazia Sertifikat Vaksinasi, Ini Alasannya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!