Suara.com - Novel Baswedan, salah satu yang masuk ke dalam daftar pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) masih menyimpan harapan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan sikapnya sebelum hari pemecatan, yakni 30 September 2021. Namun pada kenyataannya, Jokowi tidak juga bersikap, seolah tidak terjadi apa-apa.
Sebelum masuk ke hari pemberhentian, Novel berharap Jokowi bisa muncul ke tengah publik untuk menyampaikan sikapnya. Terlebih Komnas HAM dan Ombudsman RI sudah menyerahkan rekomendasi kepada Jokowi terkait hasil asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK).
Dalam rekomendasi itu, Komnas HAM mengatakan kalau proses TWK itu sarat dengan pelanggaran HAM. Itu dicontohkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada pegawai banyak yang mengandung pelecehan seksual, diskriminasi gender atau pertanyaan lain yang tidak sesuai dengan tugas-tugas para pegawai di KPK.
Karena itulah, Komnas HAM menyampaikan rekomendasi kepada Jokowi mengambil alih seluruh proses penyelenggaraan asesmen TWK Pegawai KPK.
Sementara Ombudsman RI menyatakan adanya dugaan penyimpangan prosedur atau maladministrasi tes wawasan kebangsaan atau TWK. Salah satu yang Ombudsman soroti ialah adanya backdate kontrak antara KPK dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai pelaksana tes.
Nota kesepahaman pengadaan barang atau jasa melalui swakelola antara Sekretaris Jenderal KPK dan BKN itu ditandatangani pada 8 April 2021 dan kontraknya diteken 26 April 2021. Akan tetapi, kontrak itu dibuat dengan tanggal yang mundur menjadi 27 Januari 2021.
"Soal beliau menjawab, kewajiban buat beliau," kata Novel dalam wawancara ekslusif bersama Suara.com yang dikutip pada Jumat (1/10/2021).
Pada hari pemberhentian, 58 pegawai KPK sibuk untuk mengembalikan fasilitas kantor ke Gedung KPK Lama, Jakarta Selatan. Banyak pihak juga memberikan dukungan terhadap puluhan pegawai lembaga antirasuah tersebut.
Baca Juga: Novel Baswedan: Pimpinan KPK Kok Malah Takut Sama Orang Berantas Korupsi, Lucu Kan?
Namun pihak yang paling ditunggu-tunggu untuk muncul, yakni Jokowi tidak menunjukkan batang hidungnya untuk menyampaikan sikap kepada publik. Menurut situs presidenri.go.id, agenda Jokowi pada 30 September 2021 hanya melayat ke kediaman mendiang anggota DPD RI, Sabam Sirait yang meninggal dunia pada Rabu (29/9/2021) lalu.
Lebih jauh dari soal sikapnya terhadap pemberhentian 58 pegawai KPK, Novel juga menyinggung soal dampak pasca pemecatan itu. Ia mengatakan kalau indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia menurun.
Transparency International Indonesia (TII) sempat merilis IPK Indonesia pada 2020 menurun dengan skor 37 dari skala 0-100. Adapun 0 digunakan untuk level sangat korup dan skor 100 sangat bersih.
Novel mempertanyakan atas sikap Jokowi yang seolah acuh tak acuh terhadap IPK Indonesia yang terus merosot.
"Sebetulnya kita mau biarkan negara ini maju atau justru malah lebih nyaman buat para koruptor? Itu yang harus penting," ucapnya.
Selain itu, Novel juga mengharapkan Jokowi tidak membiarkan orang yang dengan beraninya melakukan tindakan sewenang-wenang hingga menginjak-injak wibawa hukum.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah