Suara.com - Koalisi Selamatkan Anak Indonesia melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo dan empat menterinya terkait kebijakan pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka terbatas di tengah pandemi Covid-19.
Charlie Albajili dari LBH Jakarta mengatakan Jokowi bersama empat menterinya yakni Mendagri Tito Karnavian, Mendikbudristek Nadiem Makarim, Menag Yaqut Cholil Qoumas, dan Menkes Budi Gunadi Sadikin harus mengevaluasi penyelenggaraan PTM karena banyak ditemukan pelanggaran.
"Kita akan menyurati presiden dan empat menteri yang bertanggung jawab terhadap PTM Terbatas, perihal desakan untuk meninjau kembali PTM terbatas, ini akan diserahkan langsung ke lima instansi tersebut, esok hari," kata Charlie, Minggu (3/10/2021).
Dalam surat itu mereka melayangkan tujuh tuntutan kepada Jokowi dan empat menteri, antara lain menunda pembukaan sekolah untuk PTM Terbatas sebelum pemerintah memastikan semua populasi sekolah mendapatkan vaksinasi Covid-19.
"Laju Penularan atau positivity rate di kabupaten/kota yang menyelenggarakan PTM harus di bawah 5 persen yang berbasis tes PCR, menyiapkan sarana-prasarana prokes di sekolah secara proporsional, sesuai dengan asesmen pemerintah daerah, dan orang tua memberikan izin," jelasnya.
Kedua, mereka meminta PTM Terbatas ditunda untuk anak di bawah usia 12 tahun karena belum bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Ketiga, mempercepat pelaksanaan vaksinasi, khususnya kepada guru dan tenaga pendidik serta siswanya.
Keempat memperkuat monitoring dengan tes acak dan tracing secara berkala untuk mengukur tingkat penularan akibat PTM Terbatas.
Kelima, memberikan penjelasan kepada orang tua dengan data epidemiologi dan kesiapan sekolah menghadapi pandemi.
Baca Juga: Jokowi Resmikan RS L.B Moerdani Merauke: Pembangunannya Sangat Cepat, Sekitar 20 Hari
Keenam, pemerintah diminta untuk memperbaiki sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang efektif dan efisien karena belum semua orang tua mengizinkan anaknya masuk sekolah.
Dan terakhir, menyusun rencana besar sistem pendidikan yang mampu dengan cepat beradaptasi dengan bencana dan krisis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
Terkini
-
Soroti Celah Hukum, Akademisi Unesa Dorong Mekanisme Sita Aset Tanpa Tunggu Vonis Pidana
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Indeks Kripto CFX10 Turun Tipis, Bitcoin Tetap Melesat
-
Spesifikasi Suzuki SUI 125 2026: Calon Pesaing Berat Fazzio dan Scoopy
-
Tembus 60 Juta Penonton, Joanna Kania Siap Bawa Grup Rudal Timur ke Layar Lebar
-
Dianggap 'Mencekik' Pedagang, Puluhan Orang Tolak Revitalisasi Pasar Sunter Podomoro di Balai Kota
-
Perusahaan Tambang dari 5 Negara Ini Dapat Perlakuan Khusus Aturan DHE SDA
-
Posko DPP GRIB Jaya di Jakarta Barat Terbakar Dini Hari, 8 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Neptu Tinggi 17! Ini Rahasia Karakter, Tantangan, dan Rezeki Pemilik Weton Sabtu Kliwon
-
Pascagempa NTT, Telkom Akses Turunkan 150 Teknisi dan Hadirkan Layanan Siaga 24 Jam