Aan mengatakan konsep acara juga berubah dengan para penampil akan tetap berada di panggung sementara para tamu bakal berkeliling dengan kendaraan hias pada setiap penampilan grup.
"Pada waktu acara, semua digabung baik itu pembukaan, inti acara, dan penutup. Selain perwakilan kemantren kami juga mengajak beberapa penampil dari seniman lokal yang digabung antara penyelenggaraan daring dan luring," ungkap Aan.
Salah satu koordinator penampil dari Kemantren Kotagede, Hendi Setyo Yulianto mengatakan, WJNC #6 menjadi harapan baru dan juga titik balik bagi para seniman dan budayawan di Kota Jogja dalam berkarya.
"Pemkot berupaya dalam mengeksplorasi seni budaya di masyarakat walaupun di masa pandemi. Kegiatan dibuat bisa beriringan artinya kita tidak bersenggolan secara langsung namun tidak juga berdekatan, maksudnya ada harmoni yang coba ditawarkan dan karya seni harus dijalankan. Makanya ini bisa jadi titik balik untuk bersiasat dalam berkarya bagi teman seni dan pelaku budaya," kata Hendi yang juga sutradara para penampil dari Kotagede.
Dalam gelaran itu, ia mendapat tema Hastinapura yang dikreasikan lewat tarian karnaval. Koreografi akan bercerita soal kerajaan Astina yang dibawakan oleh sosok Buto (raksasa) dengan wujud wanita jelita. Menurut Hendi, aliran postmodern yang menjadi wajah WJNC membuat karya-karya yang ditampilkan mesti bertabrakan dari pakem.(Adv)
Berita Terkait
-
Antisipasi Kebakaran, Pemkot Jogja Bakal Bentuk Relawan Kebakaran
-
Curhat ke DPRD DIY, Buruh Rokok Tuntut Bagi Hasil Cukai
-
Sudah Tidak Ada Lagi Penyekatan di Kota Jogja, Jalan Margo Utomo Kini Dibuka
-
Keseringan ke Gumuk Pasir, Zaskia Adya Mecca Jadi Jago Sand Boarding
-
Pameran Maket Jogja Street Sclupture Project 4 Resmi Diselenggarakan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi