- Longsor di Sumedang, dipicu kecelakaan kerja, mengakibatkan empat pekerja meninggal dunia setelah evakuasi resmi dihentikan.
- Korban terakhir ditemukan Jumat malam pukul 19.00 WIB; proses evakuasi mengutamakan penggalian manual tanpa alat berat.
- Dua warga selamat dievakuasi ke RS Unpad, sementara total hampir 200 personel gabungan menangani lokasi terdampak tiga meter.
Suara.com - Bencana longsor yang dipicu kecelakaan kerja di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menelan korban jiwa. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan empat orang pekerja meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, sementara proses pencarian dan evakuasi resmi dihentikan setelah seluruh korban ditemukan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung, Muhammad Adip, menyampaikan bahwa korban terakhir berhasil ditemukan pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB. Dengan ditemukannya seluruh korban, Basarnas memastikan tidak ada lagi pekerja yang tertimbun material longsor.
“Korban terakhir ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB dengan total korban meninggal dunia empat orang. Dipastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun dan proses evakuasi telah selesai,” ujarnya.
Adip menjelaskan, meskipun dihadapkan pada medan yang sulit dan berisiko, proses evakuasi berjalan relatif lancar. Tim SAR memilih melakukan penggalian secara manual demi menjaga keselamatan personel di lapangan.
Ia juga menambahkan bahwa proses evakuasi tidak melibatkan alat berat guna mengutamakan keselamatan penyelamat karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan.
"Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan dengan lancar. Evakuasi dilakukan secara manual. Tidak ada alat berat yang diturunkan karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan," jelasnya.
Dalam peristiwa tersebut, Basarnas mencatat dua warga Desa Cisempur, yakni Dian (41) dan Ahmid (71), berhasil selamat dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran untuk mendapatkan penanganan medis. Selain itu, Dahlan (42), warga Cisempur, dilaporkan selamat saat berada di lokasi kejadian, sementara satu pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan lolos dari timbunan material longsor.
Sementara itu, empat korban meninggal dunia telah teridentifikasi, yakni Ivan dan Ujang, warga Rancaekek, Kabupaten Bandung; Ade Hilir, warga Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung; serta Heri, warga Karasak, Kabupaten Sumedang.
Dalam operasi pencarian dan evakuasi, hampir 200 personel gabungan dari berbagai unsur diterjunkan. Mereka disebar di titik utama kejadian hingga area bawah longsoran untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses evakuasi.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Lumpuhkan Kehidupan Anak di Tapanuli Tengah
Basarnas juga mengungkapkan bahwa material longsoran memiliki ketinggian sekitar tiga meter dengan area terdampak mencapai kurang lebih 10 meter. Aparat terkait kini mengimbau agar aktivitas di sekitar lokasi kejadian lebih diawasi guna mencegah terulangnya insiden serupa.
Berita Terkait
-
Banjir dan Longsor Lumpuhkan Kehidupan Anak di Tapanuli Tengah
-
Belasan Nyawa Melayang di Galangan Kapal PT ASL Shipyard: Kelalaian atau Musibah?
-
Rentetan Kecelakaan Kerja di Galangan PT ASL Shipyard Kembali Terjadi, Polisi Turun Tangan
-
Logistik Aceh Kembali Bernapas: Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Resmi Difungsikan
-
Jadi Wilayah Paling Terdampak, Bantuan Akhirnya Tembus Dusun Pantai Tinjau Aceh Tamiang
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan