- Polisi membubarkan tawuran antara warga Gang Tuyul RW 04 dan RW 012 di Terowongan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat sore.
- Aparat menggunakan gas air mata untuk menghentikan bentrokan agar cepat bubar dan menjaga kondusivitas lingkungan.
- Operasional perjalanan Commuter Line Stasiun Manggarai tetap normal, namun penumpang terdampak diarahkan ke pos kesehatan.
Suara.com - Kepolisian membubarkan aksi tawuran yang melibatkan warga Gang Tuyul RW 04 dan warga RW 012 di Terowongan Manggarai, Jalan Dr. Soepomo, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB. Polisi terpaksa menggunakan gas air mata agar bentrokan cepat dihentikan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Murodih mengatakan, penggunaan gas air mata dilakukan untuk mempercepat pembubaran massa sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.
“Iya, pakai gas air mata biar cepat bubar,” kata Murodih kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Menurut Murodih, tawuran tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di sekitar lokasi. Karena itu, aparat mengambil tindakan tegas agar situasi tidak semakin meluas.
“Biar cepat bubar dan tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan,” ujarnya.
Sementara itu, VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengimbau pengguna kereta untuk tetap tenang menyusul dampak gas air mata yang sempat dirasakan penumpang di sekitar Stasiun Manggarai.
“Namun demikian, pengguna yang terkena efek gas air mata diarahkan petugas ke pos kesehatan Stasiun Manggarai untuk diberikan penanganan pertama,” kata Karina.
Karina memastikan, insiden tawuran tersebut tidak berdampak pada operasional perjalanan Commuter Line. Seluruh perjalanan kereta tetap berjalan normal.
“Operasional Commuter Line tidak terganggu. Saat ini petugas KAI Commuter dan Polsek Tebet tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan tawuran susulan,” ujarnya.
Baca Juga: Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
Pihak KAI Commuter juga mengimbau para penumpang untuk tidak panik, tetap tenang, serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan dengan mengutamakan keselamatan.
Berita Terkait
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
-
Tawuran di Manggarai Berhasil Dibubarkan, Lalu Lintas dan Layanan Transjakarta Kembali Normal
-
Luka Lama di Tahun Baru: Saat Pesta Rakyat Jakarta Berubah Jadi Arena Tawuran
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Kode Petasan Terbaca, Polres Jaktim Gagalkan Rencana Tawuran di Flyover Klender Saat Tahun Baru
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi