Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta agar masyarakat mengurangi pemakaian air tanah. Riza menyinggung Jakarta tidak sama dengan kota di Timur Tengah yang dikenal kesulitan air karena cuaca panasnya.
Hal ini dikatakan Riza untuk menanggapi pemberitaan soal larangan pemakaian air tanah di tahun 2024 bagi warga Jakarta. Riza mengatakan saat ini pihaknya sedang berupaya menekan penggunaan air tanah.
Apalagi masalah penggunaan air tanah ini selalu menjadi sorotan di Jakarta sejak lama. Pasalnya penyedotan yang dilakukan berakibat pada merosotnya muka tanah ibu kota.
"Kita minta ke semua warga Jakarta untuk menghemat Penggunaan air. Harus dijaga air, sekalipun kita bukan di Timur Tengah, padang pasir yang sulit air, tapi tetap Kita harus menjaga lingkungan kita," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/10/2021).
Riza menjelaskan, saat ini cakupan air perpipaan yang dikelola BUMD PAM Jaya baru 65 persen.
Sementara, selebihnya masih mengandalkan air tanah atau kios air di sejumlah lokasi.
"Sisanya masyarakat masih mengambil dari pompa, jetpam dan sebagainya," katanya.
Karena itu, ia menargetkan penambahan penyaluran air baku dari sejumlah titik. PAM Jaya masih dalam tahap mengerjakan tambahan sumber itu agar cakupan air perpipaan bertambah.
"Kami sudah menyiapkan dengan PUPR, dari Karian Serpong, Jatiluhur, serta Juanda untuk ke depan, agar bisa menyalurkan kebutuhan air bersih di DKI Jakarta," pungkasnya.
Baca Juga: Jakarta Terancam Tenggelam: Kenapa Larangan Eksploitasi Air Tanah Sulit Diterapkan?
Berita Terkait
-
Jaga Penurunan Muka Tanah, Wagub DKI Minta Warga Hemat Air
-
Penurunan Tanah Jakarta Melambat, Pemprov DKI Klaim karena Pajak Air Tanah
-
Jakarta Terancam Tenggelam: Kenapa Larangan Eksploitasi Air Tanah Sulit Diterapkan?
-
Soal Wacana Warga Dilarang Gunakan Air Tanah, Pemprov DKI: Tak Pantas kalau Kita Melarang
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya
-
PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut
-
'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
-
Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli
-
PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya
-
Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print
-
Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka
-
PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik
-
PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!
-
Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat