Suara.com - Hasil audit merek sampah di Pantai Timur Surabaya yang dilakukan pegiat lingkungan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) yang berkolaborasi dengan beberapa komunitas menunjukkan 10 produsen penyumbang terbesar pencemaran sampah plastik ke laut. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan makanan dan minuman PT Mayora Indah Tbk disebut menjadi salah satu di antaranya.
Seperti diketahui, para pegiat lingkungan menolak kehadiran produk air kemasan galon sekali pakai yang diluncurkan Mayora. Alasannya, produk galon sekali pakai itu jelas akan menjadi masalah baru bagi timbulan sampah mengingat dampak pada lingkungan yang selama ini ditimbulkan sampah plastik sekali pakai ini.
Produk ini juga tidak sejalan dengan target pemerintah mengurangi sampah di laut sebesar 70 persen di tahun 2025. Menurut para pegiat lingkungan, produksi plastik sekali pakai yang begitu masif tanpa adanya tanggung jawab perusahaan justru akan mempersulit capaian dari target pemerintah untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.
Peneliti Ecoton Andreas Agus Kristanto Nugroho mengutarakan hasil audit sampah menunjukkan sebanyak 1776 item teridentifikasi dari kegiatan yang dilakukan pada tanggal 25 Juli dan 1 Agustus 2021. Sampah-sampah plastik itu berasal dari 220 merek dan milik 127 perusahaan induk.
Dari jumlah itu, Mayora menyumbangkan 81 item atau 5 persen dari jumlah sampah plastik yang ada di Pantai Timur Surabaya. Selain Mayora, perusahaan lainnya yang menjadi penyumbang sampah plastik adalah Wings, Unilever, Indofood, Ajinomoto, ABC, PNG, dan Marimas.
“Sampah plastik yang berada di Pantai Timur Surabaya ini tidak lepas dari peran produsen dalam membuat kemasan-kemasan plastik atau sachet kecil untuk produknya. Produsen lah yang memproduksi, produsen juga yang seharusnya bertanggungjawab atas produksinya. Dengan begitu, sampah plastik ini tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah. Produsen pun harus terlibat,” kata Andreas dalam keterangan persnya, Jumat (8/10/2021).
Menurut dia, untuk menekan sampah plastik di lingkungan, produsen perlu mengambil peran dalam pengelolaan sampah, dengan mengambil kembali sampah produknya yang ada di lingkungan.
“Itu salah satu langkah yang harus dilakukan produsen,” tukasnya.
Dalam audit yang dilakukan Ecoton tahun 2020 lalu, menurut Andre, Mayora juga masuk dalam 10 besar penyumbang sampah plastik di Kali Surabaya.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Masih Gemar Impor Sampah Plastik dan Kertas
"Ini menunjukkan bahwa peta jalan pengurangan sampah yang diserahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu belum menggambarkan adanya kesediaan dari para produsen itu untuk bertanggung jawab atas sampah plastik yang ditimbulkan supaya kembali lagi ke mereka,” ujarnya.
Dia mengatakan pencemaran sampah plastik di Pantai Timur Surabaya ini mengakibatkan suplai ikan laut yang ada di Jawa Timur juga tercemar mikroplastik di dalam saluran pencernaannya.
“Itu yang kita temukan barusan. Pada akhirnya itu akan mengancam kelangsungan ekosistem perikanan kita juga. Dari sisi rantai makanannya bisa masuk ke tubuh kita yang bisa menyebabkan penyakit berbahaya,” katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari