Suara.com - Terdapat banyak mitos larangan di bulan Maulid Nabi. Lalu bagaimana umat muslim menyikapi mitos-mitos tersebut?
Simak penjelasan dari Buya Yahya terkait sikap yang perlu dilakukan umat muslim terhadap beredarnya mitos larangan di bulan Maulid Nabi yang beredar di masyarakat.
Seperti yang telah diketahui, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun 2021 ini bertepatan pada tanggal 19 Oktober 2021. Bulan Maulid merupakan bulan yang penuh berkah karena bulan ini merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Selain banyak keberkahan dalam bulan ini, masih ada banyak orang yang percaya mitos bahwa bulan Maulid Nabi merupakan bulan penuh larangan. Jika seseorang melaksanakan sebuah kegiatan di bulan ini maka akan ada mara bahaya dan kesialan jika dilanggar.
Mitos larangan di bulan Maulid Nabi misalnya seperti memulai usaha dan melakukan pernikahan. Bagi seseorang yang memulai usaha, maka dipercaya seseorang akan mengalami kebangkrutan.
Buya Yahya dalam video di YouTube Channel Al-Bahjah TV yang diunggah pada 13 Desember 2016 menjelaskan sikap yang harusnya dilakukan jika mendengar mitos larangan di bulan Maulid Nabi tersebut.
Kita sering kali mendengar bahwa banyak sekali bulan-bulan yang merugikan. Orang pada zaman dahulu mempercayai beberapa bulan yang penuh bala salah satunya bulan Mulud atau Maulid yang bertepatan pada bulan Rabiul Awal dalam kalender Hijriah.
Buya Yahya berkata, “Tidak ada bulan menyesatkan, tidak ada bulan yang merugikan. Bulan rugi adalah bulan maksiat”.
Menurut Buya Yahya tidak ada bulan yang mendatangkan kerugian, dan justru seluruh bulan merupakan bulan yang baik dan memiliki keberkahan di dalamnya. Apabila seseorang terlalu suudzon terhadap hal-hal yang dilakukan, maka bisa hal-hal buruk dapat benar-benar menimpa orang tersebut.
Baca Juga: Pilihan Link Twibbon Maulid Nabi 2021 dan Cara Pakainya untuk Ucapan
“Berprasangka buruk itu haram, kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah SWT. Jadi tidak ada bulan Maulid yang merugikan, malah itu bulan untung dan bulan rahmat”, tambah Buya Yahya.
Demikian adalah penjelasan mengenai beberapa mitos larangan di bulan Maulid Nabi dan sikap yang benar untuk menanggapinya. Tidak ada bulan yang mendatangkan bala maupun musibah dan seluruh bulan merupakan bulan yang penuh keberkahan. Semoga informasi berikut ini dapat menambah wawasan dan serta dapat meningkatkan iman kita terhadap Allah SWT.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus