Suara.com - Beredar video yang memperlihatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pernyataan tentang virus covid-19.
Dalam video tersebut, Jokowi menyatakan bahwa virus corona dapat hilang dengan sinar matahari.
Video tersebut beredar di media sosial. Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dalam video tersebut.
Berikut narasi dalam video itu.
"Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendengar hasil penelitian di Amerika Serikat terkait corona."
Lantas, benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Suara.com, video yang memperlihatkan Jokowi memberikan pernyataan tentang virus corona hilang dengan sinar matahari adalah salah.
Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr Muhamad Fajri Adda'i menjelaskan bahwa informasi tersebut hoaks.
Baca Juga: Luhut: Covid-19 di Indonesia Jauh Lebih Baik dari Singapura, Malaysia, dan Thailand
Dia menjelaskan bahwa video tersebut merupakan pidato Jokowi pada Juli 2020.
Video tersebut disebarkan dengan informasi yang berbeda. Dia mengataka matahari bisa menginaktifasi virus di dunia, tetapi tak bisa sepenuhnya mencegah penularan.
"Video ini adalah VIDEO LAMA dari pidato bapak presiden pada bulan Juli 2020. Saat itu memang ada press release penelitian di Amerika Serikat yang menyatakan bahwa virus SARS-CoV-2 tidak bertahan lama di permukaan tidak berpori bila terkena sinar matahari sehingga risiko penularan di lokasi outdoor lebih rendah daripada indoor," jelasnya, dikutip Suara.com.
dr Muhamad Fajri Adda'i melalu instagramnya menjelaskan hubungan antara sinar matahari dengan covid-19.
Faktanya, sinar matahari bisa menginaktifasi virus dengan cepat di udara.
Kemudian, sinar matahari membantu pembentukan vitamin D yang dibutuhkan oleh sistem imun untuk bekerja secara optimal.
Berita Terkait
-
12 Rumah Sakit Rujukan di Kota Bandung Nihil Pasien COVID-19
-
Satgas Covid-19 Selidiki Kabar Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet
-
8 Kabar Hoaks yang Viral Sepekan: Dorce dan Roy Kiyoshi Meninggal, Benarkah?
-
Makan 1 Kali Sehari, Masyarakat Myanmar Diambang Kelaparan dan Kemiskinan
-
6 Berita Viral: Teman Nikahi Ayah hingga Dua Bocah Jadi Yatim Piatu karena Covid-19
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Berada di MV Hondius, Youtuber Ruhi Cenet Bongkar Fakta Ngeri saat Hantavirus Tewaskan 3 Orang
-
Sambut HUT ke-499, Jakarta Gelar Car Free Day di Jalan Rasuna Said Minggu Pagi, Cek Titik Parkirnya!
-
Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
-
Kutuk Aksi Cabul Ashari di Ponpes Pati, Gus Ipul: Jangan Jadikan Pesantren Kedok!
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?