Suara.com - Badan keamanan Rusia melarang kacamata pintar yang baru diluncurkan oleh Facebook dan Ray-Ban karena bisa dijadikan alat mata-mata.
Menyadur The Moscow Times Kamis (14/10/2021), FBS telah menyuarakan serangkaian kecurigaan akan perangkat teknologi wearable andalan Facebook tersebut.
FSB menyebut kacamata pintar itu dilengkapi kamera yang dirancang Facebook dan Ray-Ban dapat digunakan untuk spionase.
Raksasa jejaring sosial Facebook dan merek kacamata ikonik itu meluncurkan Ray-Ban Stories pada bulan September.
Kacamata tersebut menawarkan koneksi nirkabel ke akun Facebook serta dilengkapi kemampuan untuk memutar video dengan perintah suara.
Kacamata ini juga dilengkapi kamera kecil, berbentuk titik putih di bagian depan bingkai. Kamera ini akan menyala jika sedang digunakan untuk merekam.
"Kacamata pintar yang dirancang Amerika memiliki fitur desain yang dapat diklasifikasikan sebagai alat khusus untuk mendapatkan informasi secara diam-diam," jelas Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) dikutip dari TJournal.
Pernyataan FSB tersebut membuat kemungkinan besar kacamata itu dilarang dijual, bahkan dipakai di Rusia.
Jika dilarang secara resmi, warga Rusia yang mencoba membelinya secara online dapat menghadapi tuntutan pidana.
Baca Juga: Keren, Rusia Siap Uji Coba Vaksin COVID-19 Semprotan Hidung
Pada tahun 2019, seorang pemain ski asal Siberia dinyatakan bersalah setelah membeli sepasang kacamata ski dari pasar online China.
Atlet tersebut dituduh melakukan transaksi di pasar gelap dan membeli peralatan spionase seharga 30 dolar atau sekitar Rp 424.000.
Dan pada tahun 2018, seorang petani Rusia ditangkap karena membeli pelacak GPS China untuk membantu menemukan hewan ternaknya. Ia akhirnya dibebaskan setelah adanya tuntutan dari warga.
Mahkamah Agung Rusia kemudian memutuskan bahwa orang tidak dapat dituntut atas pembelian gadget mata-mata jika mereka tidak paham tentang tujuan sebenarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ini Dia Sosok Koko Erwin, Bandar Sabu Kakap yang Diduga Setor Uang dan Narkoba ke Eks Kapolres Bima
-
Detik-detik Penangkapan Koko Erwin, Bandar Pemasok Narkoba ke Eks Kapolres Bima
-
Pendaftar Ganda Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Bakal Langsung Dicoret, Ini Syarat Lengkapnya
-
"Oleh-oleh" Prabowo Usai Keliling Dunia: Bawa Pulang Tarif 0% dari Trump hingga Teknologi Chip AI
-
1.000 Buruh Jabodetabek Geruduk DPR, Tuntut 5 Hal Ini!
-
150 Personel Dikerahkan! Ini Lokasi 10 Titik Rawan Gangguan Selama Ramadhan di Jakarta Selatan
-
Solusi Polemik Lapangan Padel di Jakarta: Relokasi ke Mal dan Kawasan Perkantoran
-
Wamensos Minta Gugus Tugas Mitigasi Transisi Sekolah Rakyat Permanen
-
Zainal Arifin Mochtar Ingin Belajar HAM, Natalius Pigai Siap "Ajari" Secara Live di TV
-
Pelarian Berakhir! Bandar Sabu Penyuplai Eks Kapolres Bima Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia