- Buronan Erwin Iskandar (Koh Erwin) ditangkap Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di Tanjung Balai, Sumatera Utara.
- Penangkapan terjadi Kamis (26/2/2026) saat ia berupaya kabur ke Malaysia dengan dua kaki tangan.
- Koh Erwin adalah penyokong dana dan narkoba bagi eks Kapolres Bima, AKBP Didik Putra Kuncoro.
Suara.com - Pelarian Erwin Iskandar alias Koh Erwin, buronan kakap yang diduga menjadi penyokong dana dan narkoba bagi eks Kapolres Bima, AKBP Didik Putra Kuncoro, resmi berakhir.
Tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil meringkusnya di Tanjung Balai, Sumatera Utara, sesaat sebelum ia menyeberang ke Malaysia.
Koh Erwin yang sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ditangkap pada Kamis (26/2).
Penangkapan ini berlangsung dramatis karena tersangka sempat mencoba melawan petugas.
"Yang bersangkutan (Koko Erwin) berhasil ditangkap saat akan melakukan penyeberangan menggunakan kapal tujuan Malaysia," ujar Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Kevin Leleury, setibanya di Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (27/2/2026).
Tak sendirian, polisi juga menciduk dua kaki tangan Erwin, yakni pria berinisial A alias Y dan R alias K.
Keduanya berperan penting dalam memuluskan rencana pelarian sang bandar ke luar negeri.
"Pelaku A alias Y ditangkap di Riau sementara R alias K di Tanjung Balai bersama Erwin," jelas Kevin.
Kevin mengungkapkan bahwa Koh Erwin adalah pemain besar dalam jaringan gelap narkotika di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca Juga: Hotman Paris Dampingi Keluarga Fandi Ramadhan ke DPR, Protes Tuntutan Mati Kasus 2 Ton Sabu
Ia disebut-sebut sebagai pemasok utama sabu sekaligus uang untuk AKBP Didik Putra Kuncoro.
Saat ditangkap, Erwin disinyalir sudah menyiapkan segala perbekalan untuk menetap di Malaysia guna menghindari kejaran hukum.
Meski sempat ada gesekan saat proses pembekukan, petugas berhasil menguasai keadaan.
"Ada perlawanan tapi sedikit, bisa kami tangani," tuturnya.
Terkait detail aliran dana dan sejauh mana keterlibatan Erwin dengan mantan petinggi polres tersebut, pihak Bareskrim masih melakukan pendalaman.
"Keterkaitan lebih jelasnya mungkin nanti akan dijelaskan pada saat press rilis ya," pungkas Kevin. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
Ammar Zoni Tak Bisa Buktikan Dugaan Pemerasan Rp300 Juta di Persidangan
-
Menohok, Cara Hotman Paris Desak DPR Panggil Jaksa yang Tuntut Fandi Hukuman Mati
-
Hotman Paris Dampingi Keluarga Fandi Ramadhan ke DPR, Protes Tuntutan Mati Kasus 2 Ton Sabu
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra