- Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar, mengajak Menteri HAM Natalius Pigai berdiskusi setelah isu pemahaman HAM sejak dini.
- Natalius Pigai membalas dengan menegaskan pemahaman HAM-nya didasari pengalaman hidup ekstrem di tengah konflik Paniai.
- Pigai setuju berdebat dengan syarat disiarkan langsung di televisi nasional, namun Uceng menyatakan tidak memiliki kuasa fasilitas tersebut.
Suara.com - Melalui akun media sosial X pribadinya, Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar, menyatakan ketertarikannya untuk belajar memahami Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia dari Menteri HAM Natalius Pigai.
Hal ini awalnya sebagai respons atas cuitan Natalius Pigai saat menyebut dirinya sebagai guru besar yang 'dibesar-besarkan'.
"Saya setuju dengan bapak, seringkali profesor itu dibesar-besarkan saja. Saya izin mau belajar memahami HAM dari bapak (Natalius Pigai)," tulis Zainal melalui akun pribadinya, dikutip Jumat (27/2/2026).
Berawal Unggahan Facebook
Jika dirunut dari awal, interaksi keduanya dimulai dari unggahan di Facebook Zainal Arifin Mochtar Dua, pada 25 Februari 2026 kemarin.
Melalui akun media sosialnya itu, pria yang akrab disapa Uceng itu menyentil pernyataan kontroversial Natalius Pigai yang mengeklaim telah memahami Hak Asasi Manusia (HAM) sejak usia lima tahun.
Unggahan ini muncul sebagai respons terhadap sikap Pigai yang mengeklaim 'tidak mungkin salah' karena rekam jejak pemahamannya terhadap HAM yang dimulai sejak usia dini.
Uceng mengawali narasinya dengan membandingkan pengalaman pribadinya, di mana ia mengaku masih bisa melakukan kesalahan dalam berbahasa Indonesia maupun membaca Al-Quran meskipun telah mempelajarinya sejak kecil.
Dalam unggahan yang sama, Zainal mengutip klasifikasi empat jenis manusia menurut Imam Al-Ghazali untuk memberikan perspektif moral atas klaim tersebut.
Baca Juga: Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik
Merespons sentilan tersebut, Natalius Pigai memberikan jawaban menohok melalui akun X pribadinya dengan menegaskan bahwa pemahamannya terhadap HAM lahir dari pengalaman hidup yang ekstrem.
Pigai menyatakan bahwa sejak lahir ia telah hidup di tengah konflik senjata di Enarotali, Paniai, yang merupakan pusat perang antara OPM dan militer Indonesia.
Menurutnya, pengalaman merasakan batas antara hidup dan mati serta penderitaan rakyat itulah yang menjadi esensi dasar pemahamannya terhadap HAM universal.
"Disitulah saya mengerti nilai fundamental tentang Hak Asasi Manusia." kata Pigai dikutip dari akun X pribadinya.
Tak lupa Pigai menegaskan integritasnya sebagai pembela kaum lemah yang telah teruji melalui perjalanan hidup dari seorang korban hingga menjadi tokoh penting di bidang HAM di Republik Indonesia.
Ajakan Diskusi
Berita Terkait
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik
-
Daftar Menu Sahur Mewah Masjid Kampus UGM Mulai 28 Februari hingga 10 Hari Terakhir Ramadan 2026
-
Apa Menu Buka Puasa di Masjid UGM Hari Ini 26 Februari 2026? Begini Cara Ngambilnya
-
Kritik Kebijakan Jadi Pelanggaran HAM? Logika Terbalik Menteri Pigai
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Jejak Ferry Hongkiriwang: Dari Kasus Culik Densus 88 ke Skandal Korupsi Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Diawali Suara Ledakan, Rumah Sekaligus Bengkel Kusen di Koja Ludes Terbakar
-
Geger Suara Ledakan di Koja, Rumah Sekaligus Bengkel Kusen Ludes Terbakar
-
MBG Balik Lagi! BGN Wajibkan Menu Daging Tersedia di Hari Pertama Sekolah
-
Efek Truk Crane Tabrak JPO: Tendean-Kuningan Macet Parah, Arus Lalu Lintas Dialihkan!
-
Trump Mau 'Jajah' Iran dan Rebut Fasilitas Nuklir Rahasia
-
Sopir Asyik Main HP, Truk Towing Hantam JPO Tendean Hingga Rusak Parah!
-
Penampakan Lusinan Pesawat Tempur AS Terbang di Selat Hormuz, Siap-siap Gempur Iran Lagi
-
Donald Trump Bandingkan Kondisi Perang Amerika Serikat dengan Vietnam dan Iran, Apa Katanya?
-
45 Orang Hilang di Lokasi Kebakaran Maut Bar Bangkok