Suara.com - Seorang wanita yang bekerja sebagai PSK di Inggris diusir dari perumahan tempat tinggalnya karena terlalu berisik saat WFH atau bekerja dari rumah.
Menyadur New York Post Sabtu (16/10/2021), Nicola Parry, 29, membawa pulang pekerja seks profesionalnya selama pandemi dan juga mengundang kliennya untuk 'bekerja dari rumah'.
Ia dilaporkan membawa hingga 10 klien sekaligus di rumahnya di Wythenshawe, Manchester dan terlalu berisik ketika beraktivitas, menurut Pengadilan Magistrat setempat.
Pengadilan juga mencatat ada pelanggan yang antre di mobil, sepanjang blok mulai pagi sambil menunggu untuk 'bekerja' dengan Parry.
COVID-19 membuat pemilik usaha kecil dari rumah bordil yang sudah mapan di pusat kota Manchester kembali ke rumahnya di pinggiran kota selama periode pembatasan.
Menurut jaksa Robin Lynch, ibu satu anak itu juga meminta tetangganya untuk menjaga putranya yang berusia 6 tahun pada suatu pagi saat dia bekerja, lapor Daily Mail.
Polisi turun tangan setelah tetangga yang menghabiskan banyak waktu di kebun memberikan catatan guest list Parry, termasuk rincian tiga gadis pekerja yang juga datang untuk memberi 'dukungan tambahan'.
Salah satu tetangga yang mengeluh mengatakan dirinya pernah dikira sebagai pekerja seks dan diminta oleh salah satu klien Parry.
Wanita yang kini pindah ke apartemen di atas klinik terapi pijat di Blackpool ini mengakui tuduhan terkait paparan tidak senonoh, perilaku tidak tertib dan kepemilikan narkoba.
Baca Juga: Sebelum Tenar, Marshel Widianto Bekerja Jadi Ojek Antar Jemput PSK
Parry mengatakan kepada pihak berwenang bahwa dia lebih suka bekerja di rumah bordil, tetapi pembatasan COVID-19 memaksanya untuk membawa pekerjaan pulang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025