Suara.com - Harga emas memang fluktuatif, namun dari tahun ke tahun seringnya mengalami peningkatan. Hal ini yang membuat banyak orang menggunakan emas sebagai salah satu investasi yang menjanjikan.
Seperti video yang diunggah oleh @gibranrajendra5 di mana menampilkan penjualan emas dengan keuntungan menggrukan.
"Si bapak beli[emas]nya di tahun 1980 masih beli emas per gram harga Rp 70 ribu," tulis akun tersebut. Dalam ungghan tersbeut, emas yang dibeli pada tahun 1980 senilai Rp 2.250.000.
Namun kemudian emas kembali dijual pada tahun 2021 di mana harga emas sudah senilai kurang lebih Rp 900 ribu.
"Dan sekarang si bapak jual ke toko di tahun 2021, bapak terima 20 juta ++," catat akun tersebut.
"Coba udah berapa juta keuntungannya guys," tambahnya.
Video yang telah ditonton lebih dari 2,2 juta kali itu mendapatkan berbagai respon dari warganet.
"Tergantung toko emasnya ada yang ngikutin harga beli ada yang ikutin harga pasaran pada saat itu. Kalau mau beli emas mending di toko emas yang sudah besar dan legend," komentar warganet.
"Emas itu buat nyimpen nominal duit kita jadi kalau yang buat simpan jangka panjang untung kalau buat jangka pendek mending enggak usah," tambah warganet.
Baca Juga: Viral, Tenda Maulid di Bogor Roboh Diterjang Angin Kencang, Netizen: Kukira Azab
"Yang bilang beli emas malah rugi bukan naik, ya jelas lah rugi kalian beli baru setahun udah dijual, kalau udah 10 tahun itu baru untung," tulis warganet di kolom komentar.
"Coba di tahun 1980 uang yang buat nilai emas di inves beli tanah atau kebun, di jual sekarang harganya, bukan 20 juta lagi tapi ratusan bahkan miliar," imbuh warganet.
Video tersbeut tak hanya ditonton lebih dari dua juta kali namun juga disuka lebih dari 48 ribu akun.
Naik turunnya harga emas bisa beragam penyebabnya, antara lain:
- Kejadian tak menentu seperti pandemi karena pengaruhi
- Harga kurs emas yang naik turun
- Inflasi
- Perubahan suku bunga
- Perubahan permintaan dan penawaran
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi