"Kok gak kepikiran ya," tulis warganet.
"Menyerap bau kaki," timpal lainnya.
"Jenius tong. Yang cewek aja gak pernah kepikiran," ungkap warganet.
Walau begitu, ada juga warganet yang menegur agar cara itu tidak benar-benar dilakukan. Pasalnya, penggunaan pembalut untuk sepatu justru bisa meningkatkan limbah yang mencemari lingkungan.
"Big no," tegas warganet.
"Tapi ya mending pakai kaos kaki aja sih. Karena kalau pakai gituan terus ntar banyak yang coba, dampaknya ke limbah pembalut yang makin banyak sih," jelas lainnya.
Limbah Pembalut Meningkat, Berdampak Buruk Bagi Lingkungan
Menstruasi tidak hanya bicara soal kesehatan wanita, namun juga dampaknya terhadap kelestarian alam. Menstruasi dapat menjadi isu besar karena efek yang dihasilkannya terhadap lingkungan.
Sebagian besar perempuan di dunia memang terbiasa menggunakan produk mentruasi konvensional, yakni pembalut sekali pakai dan tampon. Hal ini membuat produksi pembalut dan tampon di seluruh dunia begitu tinggi.
Baca Juga: Viral Pengantin Wanita Menangis Karena Foto Pernikahan Tak Ada Yang Estetik
Tampon dan pembalut sekali pakai, beserta kemasannya dan pembungkusnya masing-masing menghasilkan lebih dari 200.000 ton limbah per tahun. Semuanya mengandung plastik, termasuk pembalutnya yang mengandung 90 persen plastik.
Rata-rata wanita membuang tampon dan pembalut aplikator 125 hingga 150 kilogram sepanjang hidup mereka. Belum lagi jika dikalikan dengan jumlah penduduk wanita di Indonesia, jumlahnya kurang lebih mencapai 26 ton per hari.
Saat dibuang, sampah pembalut mulanya akan teronggok di TPA. Seiring berjalannya waktu, sampah akan menimbulkan gas metana yang mampu mencemari lingkungan. Belum lagi sampah pembalut yang memerlukan waktu lama untuk kemudian terurai.
Bahan plastik yang terkandung di dalamnya baru akan terurai setelah puluhan bahkan hingga ratusan tahun. Selain itu, pemutih yang digunakan untuk pembuatan bantalan pembalut juga akan mencemari tanah dan air saat dibuang.
Tidak hanya itu, lapisan plastik yang terdegradasi juga akan menjadi mikroplastik saat terbawa ke lautan. Mikroplastik itu akan menjadi makanan ikan-ikan di lautan dan berakhir kembali pada rantai makanan manusia.
Video ini bisa disaksikan di sini.
Berita Terkait
-
Viral Pengantin Wanita Menangis Karena Foto Pernikahan Tak Ada Yang Estetik
-
Reaksi Mempelai Pria Bertemu Istri Bikin Haru dan Berita Lifestyle Viral Lainnya
-
Viral Aksi Cowok Berenang di Sungai Bikin Mata Terbelalak: The Real Mermaid
-
Viral Pemotor Ngebut Bawa Papan Duka Cita Siang Bolong, Tulisannya Bikin Ngakak
-
Viral Detik-detik Jenazah Jatuh dari Keranda Saat Diangkat, Publik Soroti Hal Ini
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran