Suara.com - Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi telah mengunjungi Afghanistan untuk pertama kalinya sejak Taliban berkuasa pada Agustus 2021, di tengah berlanjutnya ketegangan tentang hubungan transportasi antara negara-negara tetangga.
Mengutip Aljazeera, Jumat (22/10/2021), Qureshi melakukan perjalanan ke Kabul pada Kamis (21/10/2021) untuk membahas situasi di perbatasan Chaman, salah satu titik transit perdagangan utama antara Afghanistan dan Pakistan.
Penyeberangan Chaman telah ditutup selama lebih dari dua minggu, sehingga menyebabkan masalah berat bagi pengemudi truk dan eksportir.
Berbicara di luar istana kepresidenan Afghanistan setelah pertemuan itu, Qureshi mengatakan kedua pihak mengadakan pembicaraan rinci tentang pergerakan dan perdagangan lintas batas.
Selain itu dalam pembicaraan tersebut, delegasi Taliban akan mengunjungi Islamabad dalam beberapa hari mendatang untuk menyelesaikan masalah.
Qureshi mengatakan, “ada pembicaraan rinci dengan kepemimpinan Taliban Afghanistan yang dihadiri oleh perdana menteri dan hampir semua menteri kabinet.”
Qureshi didampingi oleh Faiz Hammed, kepala Inter-Services Intelligence (ISI) Pakistan, melakukan kunjungan keduanya ke ibu kota Afghanistan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan.
Penjabat Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi, yang berdiri di samping Qureshi, mengatakan banyak kemajuan telah dibuat dalam memecahkan masalah yang luar biasa.
“Kami sangat berharap semua masalah perdagangan kami akan segera diselesaikan, perbatasan akan dibuka kembali,” ujar Muttaqi.
Baca Juga: Taliban Memohon Pengakuan di Pertemuan Moskow
Negara-negara tetangga tidak mampu dalam beberapa pekan terakhir untuk menyelesaikan masalah terkait hubungan udara dan kontrol barang yang melintasi perbatasan.
Pakistan telah menderita akibat dari ketidakstabilan selama empat dekade ketika kelompok-kelompok bersenjata di sepanjang 2.670 km (1.659 mil) perbatasan Pakistan-Afghanistan berkembang.
Penutupan perbatasan karena masalah keamanan telah merugikan produsen buah Afghanistan di dekat kota selatan Kandahar, mengakibatkan buah delima dan produk ekspor lainnya dibiarkan membusuk karena truk tidak dapat melintasi perbatasan.
Pakistan International Airlines, satu-satunya maskapai internasional yang telah beroperasi secara teratur di Kabul juga menangguhkan penerbangan pekan lalu karena mengeluhkan campur tangan dan pelecehan terhadap stafnya yang dilakukan pejabat Taliban.
Qureshi adalah menteri luar negeri ketiga setelah Qatar dan Uzbekistan yang mengunjungi Afghanistan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan.
Taliban menggulingkan mantan pemerintah Afghanistan yang didukung AS pada Agustus 2021 dan sejak itu berusaha untuk mendapatkan pengakuan internasional dan dukungan keuangan.
Pakistan, salah satu dari hanya tiga negara yang mengakui rezim Taliban sebelumnya pada 1990-an, dipandang masih memiliki pengaruh yang cukup besar atas kelompok itu saat kembali berkuasa.
Pakistan belum secara resmi mengakui pemerintah Taliban di Kabul tetapi telah aktif berkampanye untuk keterlibatan internasional dengan Taliban untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara itu. (Jacinta Aura Maharani)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!