Suara.com - Salah satu stasiun TV Korea Selatan, MBC menyoroti soal penyelenggaraan seleksi CPNS di Jawa Timur yang menggunakan konsep Squid Game.
Hal tersebut diunggah melalui video akun Youtube MBCNEWS, Senin (25/10/2021).
Kabar tersebut membuat warganet di Indonesia menjadi heboh. Akun Twitter @tvindonesiawkwk juga mengunggah foto yang menampilkan headline berita dari TV Korea tersebut.
Dalam cuplikan video, memberikan informasi mengenai penyelenggaraan seleksi PNS di Indonesia yang memiliki konsep unik yaitu Squide Game.
"Ada agen Squid Game dalam acara tes PNS di Indonesia?" demikian headline berita tersebut.
Kemudian, dalam video tersebut dijelaskan bahwa konsep itu diadakan agar peserta tidak tegang saat menghadapi ujian.
Stasiun TV Korea tersebut menampilkan momen peserta sedang mengikuti tes seleksi CPNS.
Terdapat beberapa sosok agen bertopeng yang memakai baju berwarna merah. Mereka juga membawa pistol sehingga mirip seperti yang ada di Squid Game.
Komentar Warganet
Baca Juga: Ditonton 17 Juta Kali, Perubahan Penampilan Wanita Ini Bikin Takjub: Enggak Ada Obat!
Sontak, kabar tersebut membuat warganet di Indonesia merasa heboh. Mereka mengaku malu mengetahui hal tersebut.
"Jujur, gue malu banget. Kenapa sih kenapa, kalau ada masalah tuh cerita, astaghfirullah," kata warganet.
"Orang Indonesia emang ada aja ya tingkahnya," komentar warganet.
"Makasih banget loh wkwkwkw malunya kerasa sampe sini," ujar warganet.
"Demam boleh sih, norak jangan. Kesannya kayak cuma bisa ikut-ikutan mulu nggak nuangin ide, nggak malu pada ya," imbuh warganet lain.
Heboh Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan konsep Squid Game.
Tes CPNS dengan tema Squid Game ini diketahui berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Timur.
Tampak panitia mengenakan kostum 'pink soldier' seperti tayangan serial Netflix tersebut. Aksi panitia itu juga diwarnai dengan bunyi sirene dan suara latar belakang yang mencekam khas serial Squid Game.
Berita Terkait
-
Cuan Puluhan Juta Dari Kripto SHIB, Ahmad Langsung Beli Motor Sport Kawasaki W175 SE
-
Intip 10 Drama Korea Tayang November, Song Hye Kyo dan Han Hyo Joo Comeback
-
Ditonton 17 Juta Kali, Perubahan Penampilan Wanita Ini Bikin Takjub: Enggak Ada Obat!
-
Seperti di Film, 4 Seleb Korea Ini Menikah dengan Penggemar
-
Lihat Orang Salat di Pinggir Jalan, Pemotor Ini Lakukan Hal Tak Terduga
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?