Suara.com - Dalam Islam, doa pagi hari merupakan salah satu amalan ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Bagaimana bacaan doa pagi hari menurut ajaran Islam?
Selain sebagai bentuk rasa syukur kita atas nikmat dan karunia Allah SWT karena masih diberikan kesehatan, doa pagi hari dalam Islam juga merupakan nutrisi bagi jiwa agar lebih semangat menyambut hari.
Dalam Alquran, Allah SWT meminta hamba-Nya untuk bertasbih di pagi dan juga sore hari. Allah SWT berfirman, yang artinya:
"Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)", (QS. Qaf:39).
Ibnu Katsir menerangkan bahwa hanya bagi Allah lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu manusia berada pada petang hari dan di waktu subuh. Allah SWT mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, serta menghidupkan bumi sesudah matinya.
Allah SWT bertasbih menyucikan diri-Nya, sekaligus membimbing hamba-Nya agar bertasbih dan memuji-Nya di waktu yang saling silih berganti. Silih bergantinya waktu-waktu itu menunjukkan akan kesempurnaan kekuasaan-Nya dan kebesaran pengaruh-Nya, yaitu di waktu petang saat malam mulai datang dengan kegelapannya, dan di pagi hari saat siang hari mulai datang dengan membawa sinar terangnya.
Tata Cara Doa Pagi Hari dalam Islam
Bacaan latin doa pagi hari dalam Islam yang bisa diamalkan adalah sebagai berikut:
"Allahumma anta rabbii laa ilaha Illa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika, wawa'dika mas tatho'tu, a'dzubika min syarri maa shona'tu, abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abu u bidzanbi faghfirli. Fainnahu laa yaghfiru dzunuuba Illa anta".
Baca Juga: Bacaan Doa Pagi Hari Agar Mendapatkan Keberkahan Allah SWT
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku dan aku adalah hambaMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau".
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu memanjatkan dzikir di pagi hari dan juga petang hari sebanyak tiga kali. Bacaan doa pagi hari tersebut diamini oleh 70.000 malaikat yang memohonkan ampun kepada Allah SWT.
"Auzdubillahis samii'il 'aliimi minasy syaithoonir rojiim".
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk".
Dzikir dan doa tersebut dibaca sebanyak tiga kali. Sebelum membaca dzikir tersebut, kita juga dianjurkan untuk membaca tiga ayat terakhir Surat Al Hasyr agar mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Seperti itulah tata cara dan bacaan doa pagi hari dalam Islam yang dapat kalian amalkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!
-
Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan
-
Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara