Suara.com - Nama Sukmawati Soekarnoputri menjadi perbicangan setelah memutuskan pindah agama. Putri Presiden RI Soekarno itu telah resmi pindah agama dari Islam menjadi Hindu.
Sukmawati diketahui memang sudah bertahun-tahun mempelajari kitab suci Hindu. Selain itu, ada satu sosok penting yang diduga menjadi pendorongnya untuk masuk Hindu.
Sosok yang mempengaruhi perubahan agama Sukmawati diduga merupakan tokoh Bali terkenal. Tokoh yang dimaksud adalah Arya Wedakarna.
Arya Wedakarna merupakan Presiden The Sukarno Center di Tampaksiring, Bali. Hal ini diungkapkan oleh akun Instagram @aryawedakarna.
"Figur Arya Wedakarna adalah sosok sentral dan berpengaruh atas pindahnya Sukmawati Soekarnoputri ke agama Hindu," tulis akun ini seperti dikutip Suara.com, Selasa (26/10/2021).
Menyadur Hops.id -- jaringan Suara.com, hubungan Sukmawati dengan Arya Wedakarna memang terbilang dekat. Buktinya, Sukmawati mengamatkan kepada Arya untuk mendirikan lembaga The Sukarno Center.
Selain itu, kedekatan Sukmawati dan Arya juga terlihat dari sejumlah postingan media sosial. Arya yang juga menjabat sebagai senator asal Bali itu selalu menaruh hormat kepada Sukmawati.
Hal ini membuat Sukmawati menunjuk Arya sebagai juru bicaranya selama prosesi pindah agama. Sukmawati juga memberikan amanat kepada Arya untuk menjadi jubir dalam acara Sudhi Wanadi.
Tak sampai di situ, adik Megawati Soekarnoputri ini juga memberikan mandat kepada Arya untuk membiayai seluruh upcara ritual yang harus diikutinya untuk masuk Hindu.
Baca Juga: Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama, Bagaimana Penjelasannya
Dalam surat mandat itu, Sukmawati meminta Arya membiayai 100 persen upacara ritual kembali ke Hindu. Ia juga memerintahkan Arya untuk berbicara kepada pihak pewarta maupun eksternal mengenai ritual pindah agamanya.
Adapun teknis hadirin yang diundang dalam ritual pindah agama Sukmawati dibatasi hanya 50 orang saja. Mulai dari teknis koordinasi dengan pemerintah daerah, teknis publikasi media cetak atau elektronik, dan pengurusan administrasi Sudhi Wadani.
Semua itu dipasrahkan Sukmawati ke Arya Wedakarna. Arya sendiri mengatakan dirinya telah menyerahkan punia, atau sedekahnya untuk membiayai upacara Sudhi Wadani Sukmawati.
"Jelang kedatangan Ibu Sukmawati Soekarnoputri, Dr Arya Wedakarna melalui utusan telah menyerahkan punia untuk biayai Sudhi Wadani, mengingat 100 persen biaya ditanggung oleh AWK," pungkas akun ini.
Ini Alasan Kenapa Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama Hindu
Publik dibuat heboh dengan keputusan yang diambil Putri Presiden Soekarno, yakni Sukmawati Soekarnoputri pindah agama ke Hindu dan tinggalkan Islam.
Ternyata, alasan kuat Sukmawati Soekarnoputri pindah agama ke Hindu lantaran ingin mengembalikan ke agama leluhur.
Alasan itu diambil Sukmawati Soekarnoputri, lantaran sang nenek Ida Ayu Nyoman Rai Srimben asal Singaraja yang beragama Hindu.
Kepala Sukarno Center di Bali Arya mengatakan perpindahan Sukmawati ke Agama Hindu sudah melalui proses yang panjang. Pihaknya juga menyampaikan pindahnya Sukmawati Soekarnoputri ke agama Hindu sudah melalui proses persetujuan dengan keluarga.
“Baik itu, keluarga putra-putri beliau yang utama dan juga saudara-saudara beliau. Ibu Megawati, Ibu Rachmawati almarhum, Bapak Guntur. Semuanya berproses jadi tinggal acara saja seperti itu,” ujarnya.
Pelaksanaan ritual tersebut pun akan digelar pada hari Selasa, 26 Oktober 2021 mendatang di Kawasan Sukarno Center Heritage di Bale Agung Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Lokasi tersebut merupakan Rumah asal ibunda Soekarno, Nyoman Rai Srimben.
“Beliau (Sukmawati) memutuskan tepat di usia beliau yang ke-70 tanggal 26 Oktober besok. Ke agama eyangnya, Ibunda Bung Karno Ida Ayu Nyoman Rai Srimben. Beliau memutuskan untuk kembali ke Hindu Dharma,” kata kepala Sukarno, mengutip dari Terkini.id -- aringan Suara.com, Sabtu (23/10/2021).
Berita Terkait
-
Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama, Bagaimana Penjelasannya
-
5 Cucu Soekarno yang Terkenal, Ada yang Baru Pindah Agama
-
Warga Sukabumi Gabungkan Simbol Agama, MUI Sebut Pelaku Sudah Pindah Keyakinan
-
Gering Agung, Pinandita se-Nusantara Gelar Doa Bersama di Pura Besakih Bali
-
Azriel Hermansyah Ajak Sarah Menzel Mualaf, Reaksi Orang Tua Mengejutkan
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Redefinisi Peran Pemuda Betawi di Tengah Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global
-
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
-
PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah
-
KPK Periksa Enam Pejabat Dinas PUPR Kota Madiun Terkait Korupsi Wali Kota Maidi
-
Kasus Pelecehan Guru SLB di Jogja Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Terlapor
-
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen