Suara.com - Pengamat Militer Made Supriatma menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak awal penanganan pandemi Covid-19 memang tidak mengutamakan pendekatan kesehatan, tapi mengutamakan sektor ekonomi dan keamanan.
Supriatma mengatakan Jokowi sejak awal sudah memprediksi bahwa pandemi Covid-19 ini akan menimbulkan ketidakstabilan politik, sosial, dan ekonomi, sehingga keamanan negara menjadi yang utama.
"Sebagai orang yang saya kira besar dan dididik oleh orde baru, Presiden Jokowi itu secara instingtif itu mengambil kebijakan bahwa yang paling tepat untuk menangani ini bukan pendekatan kesehatan, tapi pendekatan keamanan," kata Supriatma dalam diskusi LaporCovid-19, Kamis (4/11/2021).
Oleh sebab itu, Jokowi banyak menunjuk unsur TNI-Polri sebagai penanggung jawab penanganan pandemi mulai dari Ketua Satgas Covid-19, Koordinator PPKM, hingga gerakan vaksinasi massal oleh TNI-Polri.
Namun, Supritma mengakui bahwa kedua institusi keamanan negara ini memang memiliki sumber daya yang kuat hingga ke pelosok daerah untuk membantu penanganan pandemi.
"Jadi kedua institusi ini yang mampu mengendalikan situasi dan juga mampu menyediakan logistik, dan organisasinya memiliki jaringan yang paling solid di Indonesia," jelasnya.
Sementara Kementerian Kesehatan yang seharusnya menjadi pemimpin dalam penanganan wabah ini hanya berperan sebagai tim pembantu pelaksana dalam struktur Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
"Sementara di sisi kesehatan itu bergerak sendiri, ahli epidemiologi juga bergerak sendiri," tutur peneliti ISEAS-Yusof Ishak Institute ini.
Pendekatan militer semacam ini, lanjut Supriatma, tidak cukup efektif dan juga cenderung represif yang melanggar hak asasi manusia selama penanganan pandemi.
Baca Juga: CEK FAKTA: Jokowi Dapat Pujian dari Pangeran Charles karena Selamatkan Alam, Benarkah?
Berita Terkait
-
Sandiaga Uno: Penulis Punya Potensi Bangkitkan Ekonomi Indonesia Lewat Literasi
-
Respons Sikap Jokowi di KTT COP26, Seruni: Promosi Palsu, Rakyat Tuntut Keadilan Iklim
-
CEK FAKTA: Jokowi Dapat Pujian dari Pangeran Charles karena Selamatkan Alam, Benarkah?
-
Kabar Baik Bagi Peracik Kopi, Barista Innovation Challenge 2021 Siap Digelar Kembali!
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil
-
Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!
-
Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah
-
Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli
-
Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Redam Ego demi Perdamaian Dunia
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang