Suara.com - Setiap muslim tentu ingin mencapai derajat mati syahid di saat meninggal dunia. Namin, sudahkah Anda tahu apa itu mati syahid? Lalu apakah meninggal karena kecelakaan termasuk syahid?
Dalam pandangan awam, biasanya mati syahid hanya dipahami sebagai kematian di medan perang saja. Sementara itu kejadian kecelakaan kendaraan berbeda dengan perang. Simak jawaban apakah meninggal karena kecelakaan termasuk syahid, berikut ini.
Melansir tayangan di kanal YouTube Kebumen Mengaji (24/11/2018), Ustadz Firanda Andrija menjelaskan tentang apakah meninggal karena kecelakaan termasuk mati syahid. Menurutnya, mati syahid tidak hanya karena peperangan.
Dalam hal mati syahid, Ustadz Firanda Andrija menjelaskan bahwa orang yang bisa meraih derajat tersebut tidak harus meninggal dalam pertempuran. Hal ini menjadi bukti bahwa rahmat Allah SWT itu sangat luas.
"Kalau yang mati syahid ternyata harus mati dalam medan pertempuran, kalau begitu yang mati syahid cuman sedikit", ungkap Ustadz Firanda Andirja.
Atas rahmat Allah SWT yang begitu luas, dibukalah pintu untuk mati syahid selain dari medan pertempuran.
"Maka Allah SWT membuka rahmat-Nya, maka banyak orang-orang bisa meraih pahala syahid dengan tidak mesti harus mati dalam medan pertempuran", Ustadz Firanda Andirja menjelaskan.
Lantas, apakah meninggal karena kecelakaan termasuk syahid? Misalnya, seseorang yang pergi berangkat kerja lalu ia mengalami kecelakaan di perjalanan dan meninggal dunia.
"Dia bekerja, dia ingin menafkahi anak dan istri, itu amal sholeh. Kemudian dia kecelakaan, selama dia keluar dalam rangka amal sholeh, maka itu termasuk syahid," jelas Ustadz Firanda Andrija.
Baca Juga: Ayah Vanessa Angel Ungkap Kondisi Terkini Cucunya Usai Kecelakaan
Ada golongan-golongan tertentu yang dikategorikan mati syahid, sebagaimana di dalam surat Ali Imran ayat 169, yaitu:
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki".
Hadis Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA mengatakan, "Syuhada ada dalam lima kondisi, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha'un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena benturan keras (seperti tabrakan, tertimpa reruntuhan), dan orang yang gugur di jalan Allah", (HR Bukhari Muslim).
Berdasarkan dari hadist tersebut, para ulama mengelompokkan syahid pada dua jenis, yaitu syahid kubra (besar) dan syahid sughra (kecil). Syahid kubra hanya diperuntukkan bagi para mujahid (orang yang berjihad) di medan perang melawan musuh-musuh Allah SWT. Sedangkan, syahid sughra (kecil) mencakup kondisi-kondisi yang disebutkan dalam hadits tersebut.
Dalam riwayat lain juga ditambahkan, bahwa seorang ibu yang meninggal ketika proses persalinan juga tergolong syahid sughra. Beberapa ulama menyebutkan, bahwa beberapa kondisi yang menyebabkan kematian tragis bisa dikategorikan sebagai syahid sughra sebagai penghormatan manusia bagi mereka. Namun, hakikat pahala syahidnya, Allah SWT-lah yang Maha Mengetahui.
Syahid sughra dan kubra jelas berbeda. Keutamaan dan kemuliaan yang didapatkan antara orang yang mati syahid kubra dan sughra juga berbeda. Seorang yang syahid kubra, ia benar-benar mencari syahid (istisyhad) dengan melawan musuh-musuh Allah SWT dengan membunuh atau dibunuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun