Suara.com - Pemerintah Singapura menyatakan tidak akan lagi membayar tagihan medis Covid-19 untuk orang-orang yang sengaja memilih untuk tidak melakukan vaksinasi. Singapura diketahui belakangan ini sedang menghadapi lonjakan kasus Covid-19.
The Guardian melaporkan, Selasa (9/11/2021), Pemerintah Singapura saat ini menanggung biaya medis Covid-19 secara penuh untuk semua warga Singapura, baik itu penduduk tetap maupun pemegang visa jangka panjang,
Tetapi pemerintah Singapura tidak menanggung biaya medis Covid-19 warga mereka yang dinyatakan positif segera setelah pulang dari luar negeri.
Pemerintah Singapura kemudian menambah kebijakan baru terkait dengan pembiayaan medis, yakni akan mulai menagih pasien Covid-19 yang belum divaksin karena memilih untuk tidak vaksin. Kebijakan tersebut mulai berlaku tanggal 8 Desember 2021.
Namun, tagihan medis terkait Covid-19 akan tetap dibayarkan oleh pemerintah untuk orang yang memang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin.
Pemerintah juga akan membayar tagihan untuk individu yang sudah divaksinasi sebagian hingga 31 Desember 2021, memberi mereka waktu untuk mendapatkan dosis kedua.
Singapura memiliki salah satu tingkat cakupan vaksin tertinggi di dunia, dengan 85 persen dari populasi memenuhi syarat divaksinasi penuh. Namun, Singapura masih berjuang menghadapi Covid-19 yang sedang meningkat.
Bulan lalu, Satgas Covid-19 Singapura memperingatkan bahwa sistem pelayanan kesehatan negara mereka berisiko kewalahan oleh lonjakan kasus.
Hal tersebut terjadi sehari setelah negara tersebut memutuskan untuk memperluas perjalanan bebas karantina sebagai bagian dari perubahan dalam pendekatannya untuk menangani pandemi.
Baca Juga: Penambahan Kasus Covid-19 di DIY Tertinggi Se-Indonesia, Haryadi Suyuti Tak Menyangka
Perdana Menteri, Lee Hsien Loong, sebelumnya mengatakan pusat bisnis global tidak dapat tetap ditutup tanpa batas waktu dan Singapura telah beralih dari strategi tanpa toleransi dengan lockdown menjadi hidup berdampingan dengan Covid-19.
Lonjakan infeksi setelah pelonggaran beberapa pembatasan akhirnya mendorong Singapura untuk menghentikan pembukaan kembali lebih lanjut pada akhir Oktober 2021.
Pembatasan sosial diperpanjang selama sekitar satu bulan untuk menahan penyebaran Covid-19 dan mengurangi tekanan pada sistem pelayanan kesehatan.
Pada Senin (8/11/2021), negara tersebut melaporkan 2.470 kasus baru dan 14 kematian. Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan 67 kasus Covid-19 di negara tersebut sedang berada dalam kondisi kritis.
(Jacinta Aura Maharani)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
-
4 HP Snapdragon Paling Murah Terbaru 2025 Mulai Harga 2 Jutaan, Cocok untuk Daily Driver
Terkini
-
Masyarakat Apresiasi Gerak Cepat Bina Marga Pulihkan Jembatan Lawe Mengkudu 1
-
Komitmen Dukung Konektivitas, Bina Marga Telah Pulihkan 10 Titik Jembatan Terdampak di Aceh
-
Bicara Progres Penanganan Bencana, Ini Ultimatum Prabowo ke Pelanggar Hukum
-
Duduk Bareng Warga Batang Toru di Malam Tahun Baru, Prabowo Pesan 'Tidak Boleh Merusak Alam'
-
Kado Kemanusiaan dari Bundaran HI: Warga Jakarta Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra
-
Wali Kota Hasto Pasang Target Jam 2 Dini Hari Sampah Malam Tahun Baru di Kota Jogja Sudah Bersih
-
Bundaran HI Jadi Lautan Manusia, Pesta Kembang Api Tetap Hiasi Langit Penghujung Tahun Ibu Kota
-
Polisi Berkuda Polri Jaga Monas di Malam Tahun Baru, Warga Antusias hingga Antre Foto
-
Ogah Terjebak Macet, Wali Kota Jogja Pilih Naik Motor Pantau Keramaian Malam Tahun Baru
-
Malam Tahun Baru di Bundaran HI Dijaga Ketat, 10 K-9 Diterjunkan Amankan Keramaian