Suara.com - Netralitas Eselon I Kementerian Pertanian dipertanyakan setelah mengenakan seragam loreng dan berpose bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Komisi IV DPR RI sebagai mitra Kementan justru menyindir akan memberikan seragam superman untuk para ASN tersebut.
Buntutnya, Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono mengaku mengetahui tidak paham atas seragam loreng yang dipakainya. Kasdi dalam klarifikasinya di hadapan Komisi IV saat RDP pada Senin (15/11) mengatakan bahwa busana loreng itu merupakan seragam kostranas atau komando strategi nasional.
"Yang kami pahami pak singkatannya komando strategi nasional. Saya terus terang fungsinya tidak paham juga bapak. Mohon maaf. "Oh jadi bapak pakai seragam tidak paham?" suara anggota Komisi IV yang terdengar dari siaran ulang RDP di kanal YouTube Komisi IV DPR Channel.
"Izin," ucap Kasdi yang tidak menjawab.
Mendengar ucapan Kasdi, anggota DPR yang sama itu kemudian mengatakan akan membelikan seragam superman untuk para Eselon I.
"Oh besok-besok bapak saya beliin baju superman pak," ujar Dewan.
"Siap pak. Baik sekali lagi permohonan maaf kami untuk itu dan insyaallah dalam waktu yang lain kami akan posisi sbagai ASN," kata Kasdi meminta maaf.
Kena Semprot
Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertanian mendapat sorotan Komisi IV DPR. Gegaranya para pejabat Esolon I itu kedapatan berfoto bareng Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Baca Juga: Eselon I Kementan Kena Semprot DPR Gegara Foto Bareng Surya Paloh Pakai Seragam Loreng
Hal yang menjadi sorotan bukan hanya pose bersama petinggi parpol, melainkan busana yang dikenakan para ASN tersebut. Berdasarkan foto yang ditampilkan dalam rapat dengar pendapat di Komisi IV secara daring, Senin (15/11) tampak para Eselon I mengenakan pakaian loreng.
"Ini hanya mengingatkan bapak semua melekat adalah ASN. Kami sangat paham pak, kami berpolitik pak, dan tidak ada tidak berkenannya, kami berkenan bapak hadir di sana sebagai ASN dan mohon maaf itu diatur di PKPU Juga diatur bahwa ASN tidak boleh berpolitikk dan sebagainya," celetuk legislator menanggapi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono.
Sebelumnya, Kasdi menjelaskan ihwal jajarannya mengapa mengenakan busana serba loreng. Ia mengatakan bahwa kehadiran mereka menggunakan pakaian loreng bertujuan hanya untuk menghormati gelaran acara.
"Sebenarnya kami ingin menghormati acara tersebut dan kami hadir bersama dengan menteri. Tidak ada maksud lain. Mohon maaf kalau memang itu bagian yang kurang berkenan di bapak ibu sekalian tapi sesungguhnya apa di hati kami tetap dalam upaya birokrat, karena ini menghormati kami menggunakan atribut itu," kata Kasdi.
Ketua Komisi IV Sudin memandang apa yang dilakukan para pejabat Eselon I itu tidang etis. Padahal dalam foto yang sama, Menteri Syahrul yang merupakan kader NasDem tidak mengenakan pakaian bernuansa loreng.
"Nanti kalau ada pihak yang mengadukan ada pihak yang mengadukan ke Men PAN atau ke mana, tahu kan sanksinya? Pencopotan dan penurunan pangkat golongan. Itu undang-undangnya," kata dia.
Berita Terkait
-
Eselon I Kementan Kena Semprot DPR Gegara Foto Bareng Surya Paloh Pakai Seragam Loreng
-
Dorong Pencegahan Kekerasan Seksual, Anggota Baleg F-PDIP Usul Judul RUU TPKS Diubah
-
Besok, Jokowi Lantik Jenderal Andika Perkasa jadi Panglima TNI
-
Komisi II dan MenPAN-RB Gelar Rapat Tertutup Bahas Kecurangan Tes CPNS
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Pura-pura Jadi Kurir Ekspedisi, Dua Pengedar Narkoba di Tangerang Tak Berkutik Diciduk Polisi
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bos Maktour Tetap di Indonesia
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!