Suara.com - Seorang petarung MMA profesional, Akmal Khozhiev diduga bunuh dokter setelah berdebat tentang vaksin COVID-19. Ia kini menghadapi tuntutan serius.
Menyadur MMA Fighting Kamis (18/11/2021), beberapa laporan dari Guam termasuk dari Pacific Daily News menyebut Akmal Khozhiev didakwa dengan pembunuhan berat dan penyerangan berat.
Ia diduga menikam seorang dokter berusia 44 tahun, Miran Rabati karena selisih pendapat tentang vaksin di mana Khozhiev tak percaya dengan vaksinasi.
Menurut laporan, Polisi Guam menanggapi keluhan gangguan di Tamuning, di mana petugas melihat Khoziev berlumuran darah, mengatakan, "Saya membunuhnya."
Petarung MMA 3-1 itu ditahan sebelum petugas di tempat kejadian menemukan tubuh Rabati tertelungkup dalam genangan darah. Rabati dinyatakan meninggal di tempat.
Menurut laporan saksi mata, kedua pria itu berada di kompleks apartemen tempat insiden itu terjadi, makan malam sebelum pertengkaran tentang vaksinasi dimulam.
Khozhiev kemudian mencekik Rabati dari belakang dan dua wanita mencoba menaklukkan pria berusia 27 tahun itu di mana salah satunya dipukul di kepal.
Khozhiev diduga menikam korban, yang kemudian mencoba meninggalkan kompleks sebelum ditikam dengan pisau beberapa kali di leher.
Jaminan ditetapkan pada $ 1 juta yang setara Rp 14,2 miliar ketika dia membuat penampilan pengadilan pertamanya Rabu lalu.
Baca Juga: Australia Akan Donasikan Kelebihan Vaksin Pfizer dan Moderna untuk Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak