Suara.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bakal membentuk tim siber untuk menghalau buzzer yang menyerang Gubernur Anies Baswedan dan tokoh atau ulama lainnya yang dinilai politis. Terlebih lagi pembentukan tim ini dikaitkan dengan pemberian dana hibah Rp10,6 miliar dari Pemprov DKI Jakarta.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum MUI KH Munahar Muchtar membantahnya. Ia menyebut tim siber itu tidak akan dibuat menggunakan dana hibah dari Pemprov itu.
Nantinya tim siber akan dibentuk oleh Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI DKI Jakarta dan menggunakan dana yang sudah ada untuk bidang tersebut.
"Ya nggak (pakai dana hibah) lah. Orang-orang kita orang-orang pinter semua kok. Dan mereka orang-orang ikhlas kok, bekerja buat umat. Itu mah pinter-pinternya bidang infokom nanti gimana itu," ujar Munahar saat dihubungi Suara.com, Minggu (21/11/2021).
Menurutnya pihak yang mengaitkan dana hibah dengan pembentukan tim siber itu tidak mengerti bagaimana MUI bekerja.
"Yang ngomong itu ada kaitan dengan dana hibah itu orang gak ngerti apa itu tugas MUI. jadi kalo ada orang gak ngerti bicara MUI ngapain kita jawab," katanya.
Menurutnya pemberian dana hibah adalah hal yang biasa. MUI DKI sudah mendapatkan dana hibah pada masa Gubernur-gubernur sebelumnya sebelum adanya pembentukan tim siber ini.
"Itu bukan buat MUI Jakarta aja, kita punya MUI kota, kecamatan, kelurahan. Nah itu kan dana operasional sekaligus pelaksanaan program-program kerja MUI," tuturnya.
"Tak ada hubungannya dengan persiapan kita bikin mujahid cyber atau cyber army," tambahnya memungkasi.
Baca Juga: CEK FAKTA: Perahu yang Ditumpangi Anies Baswedan Terguling di Sungai, Benarkah?
Berita Terkait
-
Mau Bentuk Tim Siber Lawan Buzzer, MUI DKI Bantah Cuma Buat Bela Anies
-
CEK FAKTA: Perahu yang Ditumpangi Anies Baswedan Terguling di Sungai, Benarkah?
-
Atlet Legenda Verawaty Fajrin Wafat, Anies Curhat Masa Kecil Nonton Bulu Tangkis
-
Didesak Bubar karena Disusupi Kelompok Teroris, PB HMI Pasang Badan Bela MUI
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
DPR Minta Operasi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Dihentikan Sementara Jika Situasi Tak Aman
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat DK
-
Siap-siap Rakyat Indonesia Bisa Ikut Merana Jika Amerika Invasi Iran
-
Heboh! 5 Fakta Wabup Lebak Ngamuk Disebut Mantan Napi oleh Bupati
-
Eks Intelijen Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Ini Upaya Kudeta Merayap!
-
Rudal Iran Hantam Fasilitas Penyimpanan Minyak Israel
-
Para Pembela Andrie Yunus Mulai Terima Ancaman Teror
-
Antrean SPBU Mengular, Warga Berbondong-Bondong Isi BBM Sebelum Perubahan Harga
-
Misteri Pelimpahan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Puspom TNI, Kuasa Hukum: Tak Ada Alasan Hukumnya
-
Langit Mencekam! Rudal Kiamat Iran Gempur Israel, Kilang Minyak Meledak